Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Ekonomi

Amran Tebar 250 Ton Benih Padi BRMP Subang ke Seluruh RI

NadiKabar Biro
Amran Tebar 250 Ton Benih Padi BRMP Subang ke Seluruh RI
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Amran Tebar 250 Ton Benih Padi BRMP Subang ke Seluruh RI.

JAKARTA — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengecek langsung Seed Center Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Padi di Sukamandi, Subang, Jawa Barat untuk melihat pengembangan dan produksi benih padi.

Dalam peninjauan tersebut, Amran menyebut pusat pembenihan itu telah memproduksi 250 ton benih sepanjang 2026.

"Sekarang ini kita sudah produksi tahun ini 250 ton. Untuk tahun ini. Itu banyak. Kalau benih sebar, seluruh komoditas," kata Amran saat meninjau Seed Center BRMP Padi, Rabu (2/9).

Amran mengatakan pusat pembenihan tersebut memiliki peran sebagai sumber benih yang nantinya disebarkan ke berbagai wilayah Indonesia. Ia menyebut Seed Center BRMP Padi sebagai pusat pembenihan padi terbesar di Asia Tenggara.

"Ini (Seed Center BRMP Padi) sumber yang terbesar di Asia Tenggara dan dari sinilah benih sumber disebar ke seluruh Indonesia. Ini kita jaga dengan baik. Ini adalah pusat pembenihan padi terbesar di Asia Tenggara. Kita jaga, kita kawal," ujarnya.

Dalam kunjungan itu, Amran juga melihat hasil budidaya padi dengan produktivitas yang mencapai 10 hingga 13 ton per hektare (ha). Menurutnya, capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan produktivitas padi melalui penggunaan benih unggul.

"Hasilnya tadi, itu ada 10 ton, ada 13 ton. Itu hasilnya tadi. Insya Allah ini kita akan kembangkan secara masif di seluruh Indonesia. Oke," katanya.

Adapun pengembangan pusat pembenihan menjadi penting di tengah upaya pemerintah meningkatkan produksi beras nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras untuk konsumsi pangan penduduk pada Januari-Oktober 2026 mencapai sekitar 31,41 juta ton, turun tipis 0,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, produksi padi dalam bentuk gabah kering giling (GKG) pada periode tersebut mencapai 54,52 juta ton. Luas panen tercatat sekitar 10,31 juta hektare atau hanya meningkat 0,01 persen secara tahunan.

Amran mengatakan penurunan produksi tersebut relatif kecil meski terjadi di tengah kondisi iklim ekstrem. Pemerintah, kata dia, terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga produksi, termasuk memasang pompa di wilayah yang terdampak kekeringan.

"(Penurunan produksi beras) 0,08 persen kecil sekali. Hanya 30 ribu ton. Tahu enggak 30 ribu ton itu satu desa. Dan wajar karena ada iklim tetapi dengan penurunan itu luar biasa kan ini iklim ekstrem El Nino Godzilla. Makanya kami turun pasang pompa-pompa kita tidak boleh menyerah, kita tidak boleh membiarkan petani jalan sendiri, kita harus turun tangan," ujar Amran.

Ia mengatakan pemerintah juga terus turun ke lapangan bersama petani untuk menyelesaikan persoalan produksi di sejumlah daerah.

"Kita sekarang bersama petani kami keliling nih Jawa Barat, dua minggu lalu Jawa Timur, kita ini menuju Jawa Tengah. Jadi kita keliling menyelesaikan masalah petani," katanya.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Ekonomi #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia