Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Ekonomi

Bahlil Usul Subsidi Listrik 2027 Rp117,84 T

NadiKabar Biro
Bahlil Usul Subsidi Listrik 2027 Rp117,84 T
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Bahlil Usul Subsidi Listrik 2027 Rp117,84 T.

JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengusulkan anggaran subsidi listrik dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 sebesar Rp117,84 triliun.

Usulan tersebut disusun dengan sejumlah asumsi makro, yakni harga minyak mentah Indonesia (ICP) US$75 per barel, nilai tukar Rp17.500 per dolar AS, dan tingkat inflasi 2,5 persen.

"Usulan subsidi listrik pada RAPBN 2027 sebesar Rp117,84 triliun dengan asumsi ICP US$75 per barel dengan nilai tukar Rp17.500," ujar Bahlil dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI, Senin (31/8).

Bahlil mengingatkan kebutuhan subsidi listrik pada 2027 dapat meningkat apabila harga minyak dunia lebih tinggi dari asumsi pemerintah. Menurutnya, apabila harga ICP naik, maka ada kemungkinan penambahan kebutuhan subsidi.

"Jadi kalau harganya naik, asumsi naiknya menjadi US$80 per barel ICP, maka ada kemungkinan penambahan subsidi termasuk nilai tukar," imbuhnya.

Bahlil berharap nilai tukar rupiah tidak mengalami koreksi terlalu besar sehingga tekanan terhadap kebutuhan subsidi dapat diminimalkan.

"Ya kita berdoa saja mudah-mudahan nilai tukar tidak terlalu banyak terkoreksi," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil menyampaikan pemerintah mengusulkan lifting minyak dan gas bumi dalam RAPBN 2027 sebesar 1,564 juta barel setara minyak per hari.

Angka tersebut terdiri dari lifting minyak bumi sekitar 612.500 barel per hari dan lifting gas bumi sebesar 954 ribu barel setara minyak per hari.

Pemerintah juga mengusulkan volume BBM bersubsidi dalam RAPBN 2027 sebesar 19,561 juta kiloliter. Rinciannya terdiri atas minyak tanah sebesar 0,561 juta kiloliter dan minyak solar sebesar 19 juta kiloliter.

"Usulan volume BBM bersubsidi dalam RAPBN tahun 2027 sebesar 19,561 juta kiloliter. Dengan rincian minyak tanah sebesar 0,561 juta kiloliter dan minyak solar sebesar 19 juta kiloliter. Harga dan proses pemasukannya mempertimbangkan situasi global dan disparitas harga," pungkasnya.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Ekonomi #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia