Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Ekonomi

Bos BGN Buka Suara soal Potensi Anggaran MBG ke Bawah Rp200T di 2027

NadiKabar Biro
Bos BGN Buka Suara soal Potensi Anggaran MBG ke Bawah Rp200T di 2027
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Bos BGN Buka Suara soal Potensi Anggaran MBG ke Bawah Rp200T di 2027.

JAKARTA — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono merespons sinyal Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah Rp200 triliun, tahun depan.

Pria yang akrab disapa Mas Dar tersebut tidak memberikan jawaban pasti terkait kemungkinan anggaran MBG dipangkas ke bawah Rp200 triliun. Meskipun begitu, ia memastikan pihaknya akan berupaya terus melakukan efisiensi.

"Ya, kami untuk di bawah Rp 200 triliun tahun depan, ya, Kalau memang dengan target yang kemudian disampaikan, itu kami berusaha untuk se-efisien mungkin," Sudaryono di Gedung DPR Jakarta, Kamis (3/9) malam.

Sudaryono mengatakan akan kembali membahas bersama Menteri Keuangan maupun secara internal di BGN soal kemungkinan tersebut.

"Nanti kami coba bisa bahas lagi dengan Pak Menteri Keuangan dan juga kami bahas secara internal, kami hitung lagi," sambungnya.

Sementara itu, Mas Dar menyampaikan bahwa proses efisiensi anggaran MBG tahun ini masih terus dilakukan. Misalnya, terhadap dapur-dapur yang selama ini ternyata tidak beroperasi, tapi dicatat beroperasi.

"Nah, jadi dari (anggaran MBG) Rp229 triliun sisanya ini terus kami sisir, kami lacak. Ada enggak misalnya dapur-dapur yang selama ini ternyata tidak beroperasi, tapi dicatat beroperasi. Kalau di situ ada unsur pidana, kami kemudian terjunkan inspektorat, kemudian kami minta nanti kami melaporkan ke pihak kejaksaan untuk diperiksa," ujar Mas Dar.

Sudaryono menegaskan komitmennya untuk menggunakan setiap rupiah yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya.

"Jadi, kami pastikan di bawah kepemimpinan kami itu tidak ada pengadaan yang mengada-ada.Kami pastikan itu," ujarnya.

Sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali membuka peluang pemangkasan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun ini di bawah Rp200 triliun.

Purbaya menjelaskan anggaran program MBG pada tahun ini sempat dialokasikan sebesar Rp330 triliun. Angka tersebut kemudian diefisiensikan menjadi sekitar Rp260 triliun, sebelum akhirnya kembali dipangkas ke Rp240 triliun.

Namun, setelah bicara bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Sudaryono, anggaran MBG berpeluang dipangkas lagi hingga di bawah 200 triliun pada tahun ini.

"Saya bicara dengan kepala BGN yang baru sepertinya bisa dibuat lebih efisien lagi di bawah Rp200 triliun," ujar Purbaya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta Pusat, Kamis (3/9).

Bahkan, anggaran tahun depan yang telah disiapkan sebesar Rp240 triliun berpeluang ditekan lebih rendah melalui pemanfaatan teknologi yang digunakan oleh BGN.

Purbaya mengatakan Kementerian Keuangan turut mengerahkan perwakilan di daerah untuk mengawasi langsung penggunaan anggaran MBG.

Pegawai perwakilan Kementerian Keuangan di daerah ditugaskan mengawasi penggunaan anggaran oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di masing-masing wilayah.

"Jadi pegawai-pegawai kami di daerah mengawasi masing-masing SPPG secara bergilir. Jadi saya harapkan nanti kita bisa perbaiki terus kinerjanya ke depan untuk MBG," ujar Purbaya.

Adapun dari anggaran MBG pada 2027 sebesar Rp240 triliun, sekitar 97 persen dari situ rencananya digunakan untuk program makan, sedangkan sekitar 3 persen dialokasikan untuk operasional BGN.

Porsi operasional BGN mencakup sejumlah kebutuhan, mulai dari fungsi pengawasan dan monitoring hingga gaji pegawai, termasuk kepala SPPG.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Ekonomi #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia