Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur emiten sawit, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), George Oetomo, menjual 850 ribu saham TAPG dengan harga Rp2.010 per saham, sehingga total transaksi mencapai Rp1,7 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti dikutip Selasa (1/9/2026), transaksi dilakukan pada 27 Agustus 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikannya di TAPG menjadi 0,27%.
Pada perdagangan hari itu, saham TAPG ditutup pada level Rp2.050 per saham atau mengalami kenaikan 4,33%. Namun, tidak dijelaskan lebih lanjut apa alasan dari penjualan saham yang dilakukan salah satu bos TAPG tersebut.
TAPG sendiri membukukan laba bersih Rp2,04 triliun per semester I 2026, naik 20,43% YoY. Dengan kinerja tersebut, laba per saham dasar menjadi Rp 103 pada akhir kuartal II 2026, naik dari Rp 85 pada akhir kuartal II tahun lalu.
Per 30 Juni 2026,TAPG punya total aset Rp 14,82 triliun. Ini naik dari Rp 14,69 triliun per 31 Desember 2025.
Total liabilitas perseroan sebesar Rp 2,89 triliun pada akhir Juni 2026, turun dari Rp 3 triliun pada akhir Desember 2025. Sementara, total ekuitas tercatat Rp 11,93 triliun per akhir Juni 2026, naik dari Rp 11,68 triliun pada akhir tahun 2025.
TAPG memiliki kas dan setara kas akhir periode sebesar Rp 1,7 triliun pada akhir Juni 2026, naik dari Rp 936,38 miliar pada periode sama tahun lalu.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.