Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Ekonomi

Bulog Cek Pasar Serentak Se-Indonesia Guna Amankan Stok dan Harga Beras

NadiKabar Biro
Bulog Cek Pasar Serentak Se-Indonesia Guna Amankan Stok dan Harga Beras
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Bulog Cek Pasar Serentak Se-Indonesia Guna Amankan Stok dan Harga Beras.

JAKARTA — Perum Bulog mengerahkan jajarannya di seluruh Indonesia untuk turun langsung ke pasar secara serentak. Langkah ini dilakukan guna memastikan ketersediaan pasokan sekaligus menjaga harga beras dan kebutuhan pokok tetap terkendali.

Gerakan Pangan Murah atau Operasi Pasar ini menjadi langkah konkret Bulog dalam memperkuat stabilisasi pangan. Kondisi pasar dipantau langsung dari lapangan sehingga potensi kenaikan harga maupun gangguan pasokan dapat diantisipasi sedini mungkin.

Operasi pasar serentak ini diawali dengan koordinasi nasional melalui video conference yang dipimpin Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani. Koordinasi ini turut melibatkan Direktur Ketersediaan Pangan Badan Pangan Nasional, Maino Dwi Hartono, serta seluruh Pemimpin Wilayah dan Pemimpin Cabang Bulog.

Dari pasar di wilayah masing-masing, jajaran Bulog mengikuti koordinasi sekaligus melaksanakan monitoring dan operasi pasar secara bersamaan di berbagai daerah. Pemantauan dilakukan untuk mengecek harga, ketersediaan komoditas, kelancaran distribusi, serta memastikan intervensi pangan berjalan efektif.

Langkah ini didukung kondisi stok beras pemerintah yang kuat. Per 5 September 2026, stok Cadangan Beras Pemerintah yang dikelola Bulog tercatat sekitar 4,9 juta ton dan tersebar di jaringan pergudangan seluruh Indonesia.

Di sisi hilir, penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) periode 2026 hingga 5 September 2026 telah mencapai sekitar 756 ribu ton. Kekuatan stok dan realisasi penyaluran tersebut memberi ruang bagi Bulog untuk terus melakukan intervensi pasar secara terukur.

Ahmad Rizal menegaskan bahwa pengawasan langsung ke pasar menjadi bagian penting dari langkah antisipatif Bulog dalam menjaga stabilitas pangan. Hal itu ia sampaikan saat melakukan monitoring pasar di Jakarta, Sabtu (5/9).

"Kami mengantisipasi bukan hanya pengaduan, tetapi kami mengantisipasi akan kenaikan inflasi. Itu yang paling utama. Karena penugasan Bulog yang paling utama adalah menjaga stabilisasi harga," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/9).

Ahmad Rizal bersama Direktur Operasi Perum Bulog, Andi Afdal, dan Direktur Pemasaran Perum Bulog, Rahmanto Amin Jatmiko, melakukan monitoring dan inspeksi langsung di Pasar Jatinegara dan Pasar Rawamangun. Mereka berdialog dengan pedagang sekaligus mengecek harga dan ketersediaan beras di tingkat pasar.

Pengecekan itu dilakukan untuk memastikan distribusi beras SPHP berjalan dengan baik. Bulog juga mendorong penguatan pasokan beras premium serta komoditas pangan lainnya agar kebutuhan masyarakat tetap tersedia dengan harga wajar.

Sebagai informasi, monitoring serentak ini menjadi langkah preventif untuk merespons dinamika harga pangan secara cepat. Dalam pelaksanaannya, Bulog berkolaborasi dengan Satgas Pangan, TNI, Polri, pemerintah daerah, pengelola pasar, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Sinergi tersebut memungkinkan pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari ketersediaan stok, distribusi, hingga harga di tingkat konsumen. Apabila ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar, langkah korektif dapat segera dilakukan di lapangan.

Untuk memperkuat pasokan di pasar, Bulog juga telah berkoordinasi dengan jaringan ritel modern di seluruh Indonesia. Bulog menyiapkan penggelontoran 110.000 ton beras dalam satu bulan, terdiri atas 75.000 ton beras premium dan 35.000 ton beras medium.

Pasokan tersebut akan disalurkan secara bertahap melalui jaringan ritel modern maupun pasar-pasar yang menjadi titik pemantauan harga pangan. Dengan begitu, masyarakat memiliki akses lebih luas terhadap beras dengan harga yang kompetitif.

Penguatan distribusi ini sekaligus menjadi instrumen Bulog untuk memperbesar pasokan di tingkat konsumen ketika terjadi tekanan harga. Kehadiran jajaran Bulog secara langsung di lapangan memungkinkan perusahaan memperoleh gambaran kondisi pasar secara riil, bukan semata berdasarkan laporan.

Bersama Satgas Pangan dan pemerintah daerah, hasil pemantauan tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan langkah intervensi yang diperlukan. Tujuannya agar pasokan tetap lancar dan harga tidak bergerak di luar kewajaran.

Melalui penguatan stok, percepatan penyaluran SPHP, penambahan pasokan beras premium, operasi pasar, serta pengawasan langsung secara serentak, Bulog dan Bapanas memastikan seluruh instrumen yang dimiliki terus dioptimalkan. Langkah ini ditujukan untuk menjaga stabilitas pangan nasional.

Kolaborasi dengan pemerintah, aparat, pelaku pasar, jaringan ritel modern, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat. Dengan begitu, pasokan tersedia secara merata dan masyarakat di seluruh Indonesia dapat memperoleh pangan dengan harga yang wajar dan terjangkau.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Ekonomi #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia