Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Ekonomi

CASA Makin Gemuk, Biaya Dana BRI Turun Signifikan

NadiKabar Biro
CASA Makin Gemuk, Biaya Dana BRI Turun Signifikan
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait CASA Makin Gemuk, Biaya Dana BRI Turun Signifikan.

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) berhasil menekan biaya dana atau cost of fund (CoF) pada semester I-2026. Penurunan biaya dana tersebut sejalan dengan semakin kuatnya porsi dana murah atau current account savings account (CASA) dalam struktur pendanaan perseroan.

Berdasarkan laporan keuangan BRI per 30 Juni 2026, CoF BRI tercatat sebesar 2,4%, turun dibandingkan 3,4% pada semester I-2025. Dengan demikian, biaya dana perseroan menyusut sekitar 100 basis poin (bps) secara tahunan.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan bahwa biaya dana turun signifikan seiring dengan meningkatnya komposisi dana murah perusahaan. "BRI sedang membangun pertumbuhan yang sehat dan berkualitas dengan memperkuat fondasi untuk tumbuh lebih cepat ke depannya, meningkatkan komposisi dana murah," katanya dalam konferensi pers paparan kinerja semester 1 2026 BRI, Senin (31/8/2026).

CASA ratio BRI tercatat sebesar 67,6%, naik dari sekitar 65,5% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Secara nominal, CASA juga tumbuh 10,1% secara tahunan (yoy).

Dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, total dana pihak ketiga (DPK) BRI pada akhir Juni 2026 mencapai sekitar Rp1.581 triliun, tumbuh 6,7% yoy. Dari jumlah tersebut, dana giro mencapai sekitar Rp449,6 triliun, sedangkan tabungan mencapai Rp619,1 triliun.

Dengan demikian, total dana murah yang berasal dari giro dan tabungan mencapai sekitar Rp1.068,7 triliun. Sementara itu, dana deposito tercatat sekitar Rp512,0 triliun.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan DPK BRI tidak hanya berasal dari penambahan dana, tetapi juga disertai perbaikan kualitas funding.

Alhasil pada semester I-2026, laba bersih konsolidasian BRI mencapai Rp31,2 triliun, tumbuh 17,5% yoy dari Rp26,53 triliun.

Ppendapatan bunga tercatat Rp107,92 triliun, tumbuh 5,4% yoy. Kemudian beban bunga justru turun 5,9% yoy menjadi Rp27,39 triliun. Alhasil, pendapatan bunga bersih dan pendapatan jasa asuransi meningkat 10,1% yoy menjadi Rp81,18 triliun.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Ekonomi #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia