Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Ekonomi

Cerita Zulhas Sudah Punya Penghasilan Rp1 M per Bulan di 1985

NadiKabar Biro
Cerita Zulhas Sudah Punya Penghasilan Rp1 M per Bulan di 1985
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Cerita Zulhas Sudah Punya Penghasilan Rp1 M per Bulan di 1985.

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menceritakan perjalanannya meraih kesuksesan hingga berpenghasilan Rp1 miliar per bulan pada 1885.

Dulu, Zulhas bersekolah di Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) Bandar Lampung. Ia mengaku sempat kesulitan untuk mengikuti beberapa mata pelajaran.

Ia mengaku keteteran belajar Bahasa Arab, bahkan sering bolos. Lalu Zulhas memberanikan diri pindah ke sekolah lain, meski keputusan itu kurang disetujui sang ayah lantaran menginginkan putranya itu menjadi ustaz.

"Saya kesulitan pelajaran Bahasa Arab. Asal belajar Bahasa Arab, saya bolos. Ada dua pelajaran yang saya bolos. Satu pelajaran Bahasa Arab, satu pelajaran menyanyi. Saya daftar SMA 1, tapi orang tua saya nggak setuju. Alasannya ya saya mesti jadi ustaz. Ayah saya ingin jadi kiai anaknya seperti Buya Hamka. Saya dari PGA mau dikirim ke Mesir," ujar Zulhas di acara Lampung Financial Festival 2026, Sabtu (5/9), dikutip Detikfinance.

Kata Zulhas, ayahnya sempat marah karena ia batal menjadi ustaz, Zulhas tetap mantap mengambil keputusan besar untuk merantau ke Jakarta, dengan berbekal perhiasan dan pesan dari sang ibu sebagai modal awal untuk kebutuhan sehari-hari dan belajar.

"Saya nggak pernah tahu Jakarta, nggak pernah ke Jakarta. Tidak ada kenalan di Jakarta, tapi ibu saya mendukung. Ibu saya kasih saya kalung, kasih saya cincin. Dia punya cincin bukan berlian, dulu intan namanya. Terus saya dikasih gelang. Modal itulah merantau ke Jakarta," kenang Zulhas.

Singkat cerita, setelah lulus SMA, Zulhas sempat mencoba daftar kuliah di fakultas kedokteran tetapi tak lolos seleksi. Ia lantas menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Pertanian, yang saat itu masih tergabung dengan sektor kelautan dan kehutanan.

Ternyata, Zulhas merasa hidup sebagai PNS hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Ia pun mengundurkan diri dan mulai merintis usaha.

Suatu hari, ia pergi ke Pasar Mester, Jatinegara, Jakarta Timur. Di sana, Zulhas menyaksikan orang-orang keturunan China kaya dan bertanya kenapa dirinya miskin. Ia pun mempelajari bagaimana mereka bisa sukses.

"Singkat cerita, saya punya gambaran. Habis itu saya mulai baca buku, bagaimana jadi orang punya, bagaimana jadi orang punya uang, bagaimana jadi orang kaya. Baca, kemudian saya ikut beberapa kursus. Yang saya pilih akhirnya marketing," ucapnya.

Keberanian mengambil risiko dan kegigihan mempelajari bidang marketing akhirnya berbuah manis. Pada 1985, saat usianya tergolong masih muda, Zulhas bisa berpenghasilan setara Rp 1 miliar per bulan jika dibandingkan dengan kondisi saat ini.

"Tahun '83, '84, '85, tahun '85 kira-kira saya sudah punya penghasilan kalau uang sekarang Rp1 miliar 1 bulan. Tahun '85," ungkap Zulhas.

Menurutnya, pencapaian tersebut didukung oleh keberaniannya membangun jaringan bisnis hingga ke luar negeri. Saat itu, ia sudah berdagang dengan China, Hong Kong, dan Korea Selatan.

"Tahun '85 saya sudah dagang sama Tiongkok, saya sudah dagang sama Korea Selatan, Seoul bolak-balik, saya sudah ke Taiwan, sudah dagang sama Hong Kong dan lain-lain. Tahun '86 saya sudah punya rumah, ada 4 biji," tuturnya.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Ekonomi #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia