JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus melakukan berbagai upaya untuk mengejar target bauran Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sebesar 30 persen pada 2034.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan capaian bauran EBT sempat mencapai 18,3 persen pada triwulan sebelumnya.
"Kalau kita melihat dari capaian energi mix nasional itu baru mencapai 17,3 persen di semester ini. Jadi kami update, kemarin di triwulan sempat mencapai 18,3 persen," ujar Eniya dalam acara EBTKE ConEx 2026 di JIExpo Kemayoran, Rabu (2/9).
Menurut Eniya, pemerintah menargetkan bauran EBT sebesar 17 persen-21 persen dalam kebijakan strategis nasional. Pemerintah juga menargetkan porsi EBT terus meningkat hingga mencapai 30 persen pada 2034.
"Jadi secara macam strategis nasionalnya itu harus mencapai kalau bisa sampai 21 persen," katanya.
Dari sisi kapasitas terpasang, EBT menunjukkan tren peningkatan. Kapasitas yang pada 2021 masih berada di kisaran 12 gigawatt (GW), meningkat menjadi 13 GW, 13,7 GW, 14,8 GW, hingga kini mencapai 16,32 GW.
"Dan ini menunjukkan investasi memang naik, tetapi masih tergolong melandai. Nah ini hal yang pasti kita perlu perhatikan," imbuhnya.
Adapun bauran EBT saat ini berasal dari sektor listrik dan nonlistrik. Pada sektor pembangkit listrik, bioenergi menyumbang 4,19 persen, tenaga air 2,69 persen, panas bumi 1,84 persen, tenaga surya 0,51 persen, dan tenaga bayu 0,06 persen.
Sementara dari sektor nonlistrik, biodiesel atau FAME menyumbang 5,01 persen dan biomassa sebesar 2,82 persen. Pemerintah pun tengah mempercepat sejumlah program dan regulasi untuk mendorong investasi EBT, termasuk pengembangan energi surya.
"Berbagai program kita luncurkan, berbagai regulasi kita singkatkan untuk bagaimana kemudahan investasi ekosistemnya itu bisa terfasilitasi dengan baik," ucap Eniya.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.