Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Ekonomi

Harga Minyak Dunia Turun ke US$89, Putus Tren Kenaikan Dua Pekan

NadiKabar Biro
Harga Minyak Dunia Turun ke US$89, Putus Tren Kenaikan Dua Pekan
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Harga Minyak Dunia Turun ke US$89, Putus Tren Kenaikan Dua Pekan.

Harga minyak mentah dunia melemah pada perdagangan Jumat (28/8) dan berada di jalur untuk mengakhiri tren kenaikan selama dua pekan berturut-turut.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah berjangka jenis Brent turun 25 sen atau 0,3 persen ke level US$89,45 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi 22 sen atau 0,3 persen ke posisi US$83,31 per barel.

Secara mingguan, kedua patokan harga minyak ini berpotensi menutup pekan di zona merah. Brent tercatat merosot 5,3 persen, sedangkan WTI melemah 4,3 persen.

Harga minyak turun usai sebelumnya sempat ditutup menguat. Penguatan sempat terdorong kabar Presiden AS Donald Trump yang enggan kembali ke ketentuan kesepakatan awal dengan Iran.

Laporan Wall Street Journal menyebutkan pemerintahan Trump berulang kali menegaskan kepada pihak mediator bahwa AS tidak berminat menghidupkan kembali nota kesepahaman yang disepakati pada Juni lalu.

Keputusan Trump ini dinilai mengganjal langkah diplomatik untuk memulai kembali perundingan.

Pemerintah AS juga menegaskan tidak sedang menggelar dialog dengan Iran di tengah upaya berbagai negara mendekatkan kembali kedua belah pihak, pada Kamis (27/8).

Langkah tegas Washington berlanjut usai awal pekan lalu AS mengumumkan sanksi yang diklaim sebagai 'sanksi terberat dalam sejarah' terhadap Iran.

Di sisi lain, pemerintah Teheran mengecam sanksi tersebut sebagai tindakan tidak manusiawi dan bermusuhan yang tak lagi efektif.

Pasar juga terus mencermati peningkatan eskalasi geopolitik di Eropa Timur. Rusia mengancam bakal menyerang target militer Inggris, baik di dalam maupun di luar wilayah Ukraina.

Ancaman Moskow tersebut merupakan balasan atas serangan Ukraina ke wilayah Rusia menggunakan rudal jelajah jarak jauh pasokan Inggris.

Kendati demikian, Trump menilai Presiden Rusia Vladimir Putin tidak akan menyerang negara anggota NATO. Ia juga meremehkan laporan media terkait peringatan Direktur CIA John Ratcliffe kepada pejabat Rusia mengenai potensi serangan tersebut.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Ekonomi #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia