Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Ekonomi

Hery Gunardi Ungkap Resep Laba BRI Bisa Tumbuh 17,5%

NadiKabar Biro
Hery Gunardi Ungkap Resep Laba BRI Bisa Tumbuh 17,5%
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Hery Gunardi Ungkap Resep Laba BRI Bisa Tumbuh 17,5%.

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) membukukan laba periode berjalan sebesar Rp31,2 triliun, tumbuh 17,5% secara tahunan (yoy) sepanjang enam bulan pertama tahun ini.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan pendapatan perbankan pada dasarnya ditopang oleh dua sumber utama, yakni pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) dan pendapatan berbasis komisi atau fee-based income.

Oleh karena itu, BRI terus memperkuat fundamental bisnis melalui transformasi BRIVolution REIGNITE, terutama dengan membenahi struktur pendanaan, mendorong pertumbuhan kredit, serta meningkatkan pendapatan berbasis komisi.

"Yang pertama, revenue bank itu di-drive dari yang namanya net interest income dan fee-based income," ujar Hery dalam paparan kinerja BRI Semester I-2026 secara virtual, Senin (31/8/2026).

Salah satu fokus utama BRI adalah memperbaiki struktur dana pihak ketiga (DPK). Perseroan menargetkan mayoritas pendanaan berasal dari dana murah atau current account savings account (CASA), sehingga dapat mendorong pertumbuhan NII.

Untuk mencapai target tersebut, BRI memperkuat kapabilitas transaction banking. Menurut Hery, dana murah dari giro dan tabungan tidak dapat tumbuh secara optimal apabila aktivitas transaksi nasabah tidak berada dalam ekosistem BRI.

Oleh karena itu, perseroan terus mengembangkan berbagai kanal transaksi, termasuk aplikasi BRImo, mesin EDC, AgenBRILink, hingga QRIS.

BRI juga melakukan peningkatan pada BRImo, baik dari sisi tampilan maupun fitur, agar nasabah semakin aktif menggunakan aplikasi tersebut untuk bertransaksi.

Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan volume dan frekuensi transaksi nasabah. Seiring dengan aktivitas transaksi yang semakin tinggi, saldo dana nasabah di BRI pun diharapkan ikut meningkat.

Hery mengatakan berbagai langkah tersebut telah membantu BRI meningkatkan rasio CASA ke level yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

"Nah, itu kunci sukses pertama," kata Hery.

Faktor kedua yang menopang kinerja BRI adalah pertumbuhan kredit. Sebagai bank yang memiliki basis kuat di segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), lebih dari 75% fokus bisnis BRI berada di sektor tersebut.

Hery mengatakan pertumbuhan kredit di segmen mikro dan small and medium enterprise (SME) terus meningkat. Di sisi lain, penyaluran kredit konsumer juga mencatatkan pertumbuhan.

Pertumbuhan kredit yang membaik tersebut, ditambah dengan tingkat imbal hasil atau yield yang tetap terjaga.

Dengan strategi tersebut, BRI berupaya menjaga peran sebagai lembaga intermediasi yang mampu memobilisasi dana masyarakat dan menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit maupun pembiayaan.

Selain pendapatan bunga dan pertumbuhan kredit, BRI juga terus menggenjot fee-based income. Pendapatan berbasis komisi tersebut didorong melalui berbagai transaksi perbankan, pendapatan administrasi, serta layanan lainnya dalam ekosistem BRI.

Kombinasi penguatan dana murah, pertumbuhan kredit, dan peningkatan fee-based income tersebut pada akhirnya mendorong pertumbuhan laba BRI.

Hery menilai pencapaian kinerja tersebut menjadi bukti bahwa BRI mampu membangun momentum pertumbuhan yang lebih sehat dan berkualitas, meski di tengah dinamika ekonomi yang masih penuh tantangan.

"Di tengah dinamika ekonomi yang tidak terlalu menjanjikan, tetapi BRI mampu membangun momentum pertumbuhan yang semakin sehat dan berkualitas," ujar Hery.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Ekonomi #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia