Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Ekonomi

Laba Telkom Indonesia (TLKM) Semester I-2026 Naik Jadi Rp 10,6 Triliun

NadiKabar Biro
Laba Telkom Indonesia (TLKM) Semester I-2026 Naik Jadi Rp 10,6 Triliun
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Laba Telkom Indonesia (TLKM) Semester I-2026 Naik Jadi Rp 10,6 Triliun.

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten telekomunikasi BUMN, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mencatat laba bersih pada semester I tahun 2026 sebesar Rp 10,6 triliun. Angka tersebut naik 1,4% dibandingkan periode tahun sebelumnya. Namun, margin laba bersih tercatat sebesar 14%, turun 35 bps yoy. Sementara laba bersih yang dinormalisasi, Telkom mencatatkan Rp11,3 triliun, tumbuh 6,2% secara tahunan.

Mengutip laporan keuangannya yang disampaikan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen menjelaskan bahwa pertumbuhan kinerja tersebut terutama didorong oleh monetisasi bisnis seluler dan penerapan cost discipline.

Capaian laba tersebut karena pendapatan konsolidasi naik 3,8% secara tahunan menjadi sebesar Rp75,9 triliun. Pertumbuhan pendapatan tersebut berjalan seiring dengan peningkatan profitabilitas perseroan Telkom tang mencatatkan EBITDA sebesar Rp37,5 triliun, naik 3,8% yoy, dengan margin EBITDA berada di level 49,4%.

Jika dilihat secara kuartalan, kinerja Telkom pada kuartal II 2026 juga menunjukkan pertumbuhan. Pendapatan perseroan mencapai Rp28,02 triliun, meningkat 1,6% dibandingkan pendapatan pada kuartal I 2026 sebesar Rp27,58 triliun. Pendapatan tersebut juga lebih tinggi dibandingkan kuartal II 2025 yang mencapai Rp26,616 triliun.

Namun, pertumbuhan pendapatan tersebut belum sepenuhnya tercermin pada EBITDA secara kuartalan. EBITDA pada kuartal II 2026 tercatat sebesar Rp12,95 triliun, turun 1,3% dari Rp13,12 triliun pada kuartal I 2026.

Dari sisi laba bersih, Telkom mencatatkan Rp5,27 triliun pada kuartal II 2026, meningkat sekitar 3,7% dibandingkan kuartal I 2026 sebesar Rp5,09 triliun. Jika dibandingkan dengan kuartal II 2025 yang sebesar Rp4,224 triliun, laba bersih kuartal II 2026 melonjak sekitar 24,9%.

Basis pelanggan segmen mobile Telkomsel pada kuartal II 2026 tercatat 153,5 juta pelanggan, turun tipis 0,1% dari 153,7 juta pelanggan pada kuartal I 2026. Jika dibandingkan dengan kuartal II 2025, jumlah pelanggan mobile turun dari 158,4 juta menjadi 153,5 juta pelanggan atau berkurang sekitar 3,1%.

Sementara payload kuartal II 2026 juga turun sekitar 0,7% dari 5.798 PB pada kuartal II 2025. Tren payload menunjukkan angka yang relatif fluktuatif. Pada kuartal II 2025, payload tercatat 5.798 PB, kemudian turun menjadi 5.622 PB pada kuartal III 2025. Angka tersebut kembali meningkat menjadi 5.832 PB pada kuartal IV 2025, sebelum turun menjadi 5.770 PB pada kuartal I 2026 dan 5.758 PB pada kuartal II 2026.

Memasuki paruh kedua 2026, perusahaan memiliki sejumlah target untuk mencapai panduan tahunan, terutama menjaga pertumbuhan revenue normalized pada kisaran 1%-3%, meningkatkan margin EBITDA normalized menjadi di atas 50%, serta mengarahkan rasio C2R ke kisaran 17%-19%.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Ekonomi #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia