Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Ekonomi

Lebih dari 4.000 Pelaku Usaha Mendaftar Pertamina UMK Academy 2026

NadiKabar Biro
Lebih dari 4.000 Pelaku Usaha Mendaftar Pertamina UMK Academy 2026
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Lebih dari 4.000 Pelaku Usaha Mendaftar Pertamina UMK Academy 2026.

JAKARTA — Sebanyak lebih dari 4 ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendaftarkan diri mengikuti Pertamina UMK Academy 2026 yang resmi ditutup pada Senin (31/8).

Jumlah pendaftar Pertamina UMK Academy 2026 meningkat hampir dua kali lipat dari pelaksanaan program pada 2025. Peningkatan ini mencerminkan antusiasme para pelaku usaha lokal kepada program Pertamina UMK Academy sebagai program pembinaan dan peningkatan kapabilitas yang berdampak.

UMK yang telah mendaftar selanjutnya akan dikurasi dan dilakukan verifikasi administrasi, sesuai persyaratan yang telah ditentukan, untuk menentukan UMK yang berhak menjadi peserta pada rangkaian pembinaan Pertamina UMK Academy 2026.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan antusiasme lebih dari 4 ribu pendaftar mencerminkan semangat kuat pelaku UMK Indonesia untuk mengembangkan diri dan meningkatkan daya saing.

"Antusiasme pendaftar menunjukkan besarnya semangat pelaku UMK Indonesia untuk mengembangkan usahanya. Melalui Pertamina UMK Academy, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga didampingi untuk menerapkan pembelajaran secara langsung sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan usahanya," ujar Baron.

Pertamina UMK Academy adalah program pembinaan yang dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang dengan dua tahap pembinaan, yaitu Tahap Regional dan Tahap Nasional.

Pada pembinaan tahap regional, peserta mendapat materi dan praktek penguatan dasar pengelolaan bisnis sesuai sektor usaha. Selama pelaksanaan pembinaan tahap regional, peserta akan dipantau keaktifan dan perkembanganya secara kontinyu oleh Tim Akselerator dan Tim Mentor.

Perkembangan para peserta juga akan dinilai secara berkala untuk kemudian menjadi pertimbangan dalam mengkurasi UMK yang berhak melanjutkan pembinaan ke tahap nasional.

UMK yang lolos ke pembinaan tahap nasional, akan menerima pembelajaran dan pendampingan yang lebih insentif berdasarkan empat kelas Go, yakni Go Modern, Go Digital, Go Online dan Go Global. Peserta pembinaan tahap nasional juga akan mendapatkan dua materi khusus, masing-masing terkait Go Green dan Go Aggregator.

"Setiap pelaku UMK memiliki kebutuhan dan tingkat kesiapan yang berbeda. Karena itu, silabus/kurikulum dan materi pembinaan disusun khusus sesuai tahapan pembinaan dan kondisi perkembangan usaha peserta agar program pembinaan dapat menghasilkan perubahan yang nyata, berdampak dan terukur," tambah Baron.

Pembinaan yang Dukung UMK Naik Kelas

Kini, program yang diinisiasi pada tahun 2020 ini telah menjadi salah satu program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) unggulan Pertamina, dengan fokus terhadap pengembangan masyarakat dan komunitas usaha lokal di Indonesia.

Selama enam tahun pelaksanaan, Pertamina UMK Academy telah mendampingi ribuan pelaku usaha untuk belajar, bertumbuh dan naik kelas.

Rangkaian Program Pertamina UMK Academy mencakup pelatihan, tantangan/ games, praktek pemasaran, pendampingan, coaching, penguatan legalitas/sertifikasi dan fasilitas perluasan akses pasar.

Peserta yang berhasil menjadi champion pembinaan tahap nasional juga akan memperoleh tambahan fasilitas berupa dukungan teknologi atau alat produksi senilai total ratusan juta rupiah.

Salah satu peserta yang merasakan manfaat program Pertamina UMK Academy adalah Lidya SP, pemilik Besolek yang keluar sebagai Juara I kelas Go Modern Pertamina UMK Academy 2025.

Setelah mengikuti rangkaian pembinaan, Lidya kini mampu membenahi tata kelola produksi dan keuangan, meningkatkan efisiensi, mengoptimalkan praktik zero waste, serta mengelola pemasaran digital secara lebih konsisten.

"Pengelolaan produksi dan keuangan menjadi lebih rapi, proses produksi makin efisien sehingga zero waste makin optimal," ujarnya.

Menurut Lidya, perubahan tersebut turut membuat konten pemasaran Besolek menjadi lebih konsisten dan profesional. Ketertarikan serta kepercayaan pelanggan terhadap produknya pun meningkat dan turut mendorong pertumbuhan penjualan.

Pengalaman Besolek menggambarkan bahwa pembelajaran dari Pertamina UMK Academy dapat diterapkan secara langsung untuk menjawab kebutuhan usaha. Keberhasilan itu diharapkan dapat menginspirasi peserta Pertamina UMK Academy 2026 untuk mencurahkan komitmen penuh saat mengikuti seluruh rangkaian program pembinaan.

"Pertamina berharap UMK Academy 2026 dapat melahirkan semakin banyak pelaku usaha yang memiliki tata kelola baik, adaptif terhadap teknologi, mampu memperluas pasar, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya," tutup Baron.

Kehadiran Pertamina UMK Academy turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) Nomor 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Program ini juga selaras dengan Asta Cita dalam memperkuat kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, serta meningkatkan kesempatan kerja berkualitas melalui penguatan kapasitas dan daya saing UMK Indonesia.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Ekonomi #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia