Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Ekonomi

Ngegas Terus, Harga Minyak Tembus US$95 usai AS-Iran Saling Hantam

NadiKabar Biro
Ngegas Terus, Harga Minyak Tembus US$95 usai AS-Iran Saling Hantam
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Ngegas Terus, Harga Minyak Tembus US$95 usai AS-Iran Saling Hantam.

JAKARTA — Harga minyak dunia naik hampir 1 persen ke level US$95 per barel pada perdagangan Rabu (2/9) setelah kekhawatiran terhadap gangguan pasokan meningkat menyusul aksi saling serang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada malam sebelumnya.

Berdasarkan laporan Reuters, kontrak berjangka minyak Brent naik 87 sen atau 0,92 persen menjadi US$95,52 per barel pada pukul 00.08 GMT atau 07.08 WIB.

Sementara itu, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 80 sen atau 0,89 persen menjadi US$91,02 per barel.

Kedua kontrak tersebut melonjak lebih dari US$4 pada Selasa (1/9). Kenaikan itu menjadi penguatan terbesar Brent sejak 24 Juli dan WTI sejak 23 Juli.

AS mengatakan telah melancarkan serangkaian serangan udara terhadap sejumlah target di Iran pada malam hari. Serangan tersebut kemudian dibalas Iran dan menjadi eskalasi konflik paling serius antara kedua negara dalam beberapa pekan terakhir.

"Serangan tersebut dilakukan setelah upaya serangan terbaru oleh IRGC (Korps Garda Revolusi Islam Iran) terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz dan terhadap personel militer Amerika yang ditempatkan di kawasan tersebut," ujar Komando Pusat AS (U.S. Central Command) dalam unggahan di media sosial X.

Sementara, IRGC menegaskan serangan AS akan semakin membatasi lalu lintas melalui Selat Hormuz. Jalur perairan tersebut merupakan rute penting yang sebelum konflik membawa sekitar seperlima dari konsumsi minyak global dan kini Iran telah menutup jalurnya untuk pelayaran komersial.

IRGC juga mengatakan telah menargetkan pangkalan militer AS di Yordania menggunakan rudal balistik. IRGC mengklaim serangan tersebut menewaskan banyak pasukan AS.

Media pemerintah Iran juga melaporkan serangan pesawat nirawak dalam skala besar terhadap pangkalan AS di Bahrain sebagai respons atas serangan Amerika.

Militer Yordania mengatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat 10 dari 13 rudal balistik yang memasuki wilayah udaranya. Sementara itu, dua pejabat AS mengatakan belum ada laporan mengenai korban dari pihak Amerika akibat serangan ini.

Secara terpisah, Kuwait mengatakan angkatan bersenjatanya merespons aktivitas pesawat nirawak yang dianggap bermusuhan.

Adapun pertukaran serangan terbaru ini terjadi sejak akhir pekan lalu, yang menjadi eskalasi pertama sejak Juli. Saling serang antara AS dan Iran ini juga terjadi setelah serangan terhadap dua kapal tanker yang berangkat dari Selat Hormuz pada Senin lalu.Serangan tersebut semakin mengganggu pasokan minyak dan mendorong para pelaku usaha di sektor minyak mencari alternatif pengiriman minyak mentah.

Di AS, yang merupakan produsen minyak terbesar di dunia, persediaan minyak mentah turun 2,6 juta barel pada pekan yang berakhir 28 Agustus.

Berdasarkan data American Petroleum Institute (API), persediaan produk sulingan, yang mencakup diesel dan minyak pemanas, juga turun 265 ribu

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Ekonomi #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia