Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah dibuka stagnan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini. Di tengah dinamika greenback di pasar global.
Merujuk data Refinitiv, pada pembukaan perdagangan Selasa (1/9/2026), rupiah berada di posisi Rp17.710/US$ atau tidak berubah dibandingkan penutupan sebelumnya. Pada Senin (31/8/2026), rupiah ditutup melemah 0,14% ke level Rp17.710/US$.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau menguat tipis 0,04% ke posisi 99,468. DXY berbalik naik setelah pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah 0,27%.
Greenback bergerak terbatas ketika pasar menimbang peluang kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada September dan menantikan data ketenagakerjaan AS yang akan dirilis pada akhir pekan.
Peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan 15-16 September kini mencapai 64%, meningkat dari sekitar 35% sebelum Ketua The Fed Kevin Warsh berpidato di simposium Jackson Hole pada Jumat lalu.
Warsh mengatakan The Fed masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan apabila inflasi tidak bergerak kembali menuju target 2%. Pernyataan tersebut memperkuat pandangan bahwa kenaikan suku bunga mungkin diperlukan untuk meredam tekanan harga.
Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi dapat menjaga daya tarik aset berdenominasi dolar dan membatasi penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Selain itu, pasar menantikan Rapat Paripurna DPR yang dijadwalkan membahas penetapan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031 pada hari ini.
Komisi XI DPR sebelumnya telah menyetujui Destry melalui musyawarah mufakat pada Kamis (27/8/2026). Destry merupakan calon tunggal yang diajukan Presiden Prabowo Subianto untuk menggantikan Perry Warjiyo.
Selain Destry, DPR akan membahas penetapan Aida S. Budiman sebagai calon Deputi Gubernur Senior BI dan Solikin M. Juhro sebagai calon Deputi Gubernur BI.
Kepastian susunan pimpinan baru BI memberi kejelasan kepada pasar mengenai kesinambungan kebijakan moneter dan komitmen bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.