JAKARTA — Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.763 per dolar AS pada perdagangan Rabu (2/9) sore. Mata uang Garuda melemah 19 poin atau 0,11 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pelemahan rupiah terjadi sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang kawasan Asia di zona merah terhadap dolar AS. Yuan China stabil, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,07 persen, dolar Singapura turun 0,01 persen, dan yen Jepang terapresiasi 0,30 persen.
Selanjutnya, won Korea Selatan naik 0,70 persen, peso Filipina melemah 0,25 persen, dan dolar Hong Kong minus 0,02 persen terhadap dolar AS.
Senada, mayoritas mata uang utama negara maju juga melemah terhadap dolar AS. Euro Eropa turun 0,10 persen, poundsterling Inggris melemah 0,03 persen, dolar Australia terdepresiasi 0,11 persen, dolar Kanada minus 0,25 persen, dan franc Swiss melemah 0,28 persen.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah terhadap dolar AS terjadi karena eskalasi konflik di Timur Tengah dan kenaikan imbal hasil obligasi AS.
"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS yang sendirinya masih terus melanjutkan penguatan hari ini di tengah eskalasi di Timteng dan kenaikan imbal hasil obligasi AS," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (2/9).
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.