Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Ekonomi

SMF Renovasi 18 Rumah Jadi Layak Huni Di Kawasan Kumuh Kota Langsa

NadiKabar Biro
SMF Renovasi 18 Rumah Jadi Layak Huni Di Kawasan Kumuh Kota Langsa
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait SMF Renovasi 18 Rumah Jadi Layak Huni Di Kawasan Kumuh Kota Langsa.

JAKARTA — PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Pemerintah Kota Langsa, dan sejumlah mitra menyelesaikan pembangunan serta renovasi 18 rumah warga di Gampong Sidorejo, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, Aceh.

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) SMF ini memberikan bantuan sebesar Rp1,2 miliar. Sebanyak 18 rumah yang telah diperbaiki kini diserahterimakan kepada masyarakat penerima manfaat.

Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas hunian, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Perbaikan dilakukan agar rumah warga memiliki kondisi yang lebih aman, sehat, nyaman, serta mampu memenuhi fungsi dasar sebagai tempat tinggal yang layak.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMF Bonai Subiaktor mengatakan sejumlah rumah penerima manfaat sebelumnya mengalami penurunan fungsi bangunan. Kondisi tersebut terlihat pada bagian lantai, dinding, hingga atap.

Selain kerusakan bangunan, sebagian rumah juga berada di posisi lebih rendah dibandingkan permukaan jalan dan saluran drainase. Kondisi itu membuat kawasan permukiman rentan mengalami genangan saat hujan.

"Sebelum dilakukan renovasi, sebagian rumah penerima manfaat mengalami penurunan fungsi bangunan," kata Bonai dalam keterangan resmi dikutip Selasa (1/9).

Bonai mengatakan, melalui program tersebut perbaikan rumah tidak hanya dilakukan pada aspek tampilan fisik, tetapi juga pada fungsi dan kualitas bangunan. Rumah diperkuat dengan konstruksi yang lebih kokoh serta dilengkapi dengan sanitasi dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang lebih layak.

Penyesuaian terhadap kondisi bangunan juga dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan penghuni, khususnya dalam menghadapi kondisi cuaca dan potensi genangan.Penyelesaian 18 rumah tersebut merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah dalam menghadirkan hunian yang lebih layak sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Bagi kami, peningkatan kualitas rumah bukan sekadar memperbaiki bangunan secara fisik. Yang ingin kita hadirkan adalah tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan nyaman sehingga dapat mendukung kesehatan, kesejahteraan, serta produktivitas keluarga penerima manfaat," kata Bonai.

"Kami berharap rumah yang telah direnovasi ini dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang dan menjadi tempat tumbuhnya kebahagiaan serta kehidupan yang lebih baik bagi setiap keluarga," ujar Bonai.

Program tersebut juga diharapkan dapat mendukung upaya penanganan rumah tidak layak huni di Provinsi Aceh yang berdasarkan Data Susenas per Maret 2025 masih mencapai sekitar 410 ribu rumah tangga yang tinggal di rumah tidak layak huni.

Melalui peningkatan kualitas hunian yang dilakukan secara berkelanjutan dan kolaboratif, SMF berharap dapat berkontribusi dalam mendorong penurunan jumlah rumah tidak layak sekaligus menciptakan kawasan permukiman yang lebih berkualitas.

Lebih lanjut, Bonai menekankan bahwa keberhasilan program tidak terlepas dari kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, mitra pelaksana, serta partisipasi aktif masyarakat setempat.

"Kolaborasi dengan pendekatan pentahelix ini menjadi kunci dalam menghadirkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, seluruh mitra, serta masyarakat Gampong Sidorejo yang telah mendukung pelaksanaan program ini. Kami berharap sinergi seperti ini dapat terus diperkuat agar semakin banyak masyarakat Indonesia yang dapat menikmati hunian dan lingkungan permukiman yang layak," tambahnya.

SMF turut mengajak seluruh penerima manfaat untuk menjaga dan merawat rumah yang telah direnovasi serta lingkungan sekitarnya agar tetap bersih, sehat, dan nyaman. Kepedulian masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan manfaat dari program peningkatan kualitas hunian dapat terus dirasakan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S Putra mengapresiasi dukungan SMF melalui program CSR tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk menangani persoalan pembangunan, termasuk penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan kelompok yang membutuhkan.

"Dukungan CSR dari PT Sarana Multigriya Finansial ini menjadi contoh nyata bahwa kepedulian dunia usaha dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kami berharap kerja sama dan kolaborasi seperti ini dapat terus ditingkatkan dan dikembangkan pada masa-masa yang akan datang," ujar Jeffry.

Tercatat sejak 2018-2025 SMF telah mengalirkan total bantuan sebesar Rp49,179 miliar untuk membangun dan merenovasi 747 rumah di 33 kota di seluruh Indonesia.

Program peningkatan kualitas rumah layak huni ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs, khususnya melalui penghapusan kemiskinan agar dapat mewujudkan pembangunan kota dan permukiman berkelanjutan sebagaimana tercantum dalam tujuan SDGs nomor 11.

Selain memberikan manfaat secara fisik bangunan, program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan, kenyamanan hidup keluarga penerima manfaat, serta mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Ekonomi #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia