Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Internasional

5.000 Warga Israel Serbu Al Aqsa, Bunuh 2 Orang Palestina

NadiKabar Biro
5.000 Warga Israel Serbu Al Aqsa, Bunuh 2 Orang Palestina
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait 5.000 Warga Israel Serbu Al Aqsa, Bunuh 2 Orang Palestina.

JAKARTA — Sebanyak 5.209 warga Israel menyerbu kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki sepanjang Agustus lalu.

Pada periode yang sama, pasukan Israel menewaskan dua warga Palestina dan menahan 114 orang.

Data tersebut disampaikan Pemerintah Provinsi Yerusalem pada Selasa, seperti dilaporkan Anadolu Agency.

Dalam laporan bulanannya, pemerintah provinsi mencatat meningkatnya penyerbuan ke kompleks Al Aqsa serta pelaksanaan ritual keagamaan Yahudi di dalam dan sekitar gerbang masjid.

Pemerintah Provinsi Yerusalem menyebut polisi Israel memberikan perlindungan kepada warga Israel yang memasuki kompleks tersebut. Salah satu jumlah harian tertinggi terjadi pada 13 Agustus, ketika 751 orang memasuki kawasan Al Aqsa.

Selain itu, otoritas Israel mengeluarkan lima perintah yang melarang warga Palestina memasuki kompleks Masjid Al Aqsa.

Sejak 2003, polisi Israel mengizinkan warga Israel memasuki kompleks tersebut.

Sementara itu, Departemen Wakaf Islam di Yerusalem menegaskan bahwa Al Aqsa merupakan situs suci bagi umat Islam. Lembaga tersebut berulang kali meminta agar penyerbuan ke kompleks masjid dihentikan.

Laporan itu juga mencatat dampak operasi militer Israel terhadap warga Palestina. Pasukan Israel menewaskan dua orang, melukai 83 orang, dan menahan 114 orang, termasuk lima anak-anak.

Pemerintah Provinsi Yerusalem juga mendokumentasikan 44 serangan terhadap warga Palestina dan properti mereka.

Selain itu, otoritas mencatat 40 operasi pembongkaran dan pembersihan lahan yang menargetkan rumah, bangunan, serta tanah di Yerusalem.

Sebanyak 86 pemberitahuan dan perintah pembongkaran atau penghentian pekerjaan juga dikeluarkan oleh otoritas Israel selama periode tersebut.

Kondisi itu terjadi di tengah laporan media Israel yang menyebut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berupaya meningkatkan ketegangan untuk menyenangkan partai-partai sayap kanan menjelang pemilihan Knesset pada 27 Oktober.

Warga Palestina menilai kebijakan Israel merupakan bagian dari upaya mengubah identitas Yerusalem Timur, termasuk kawasan Masjid Al-Aqsa. Mereka menilai Israel berupaya menjadikan Yerusalem yang diduduki hanya milik Yahudi, serta menghapus identitas Arab dan Islamnya.

Mereka juga mempertahankan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara Palestina yang mereka cita-citakan.

Sementara itu, kota-kota, permukiman, dan kamp pengungsi di Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem, terus menjadi sasaran penggerebekan dan penangkapan oleh pasukan Israel.

Serangan terhadap warga Palestina dan properti mereka juga meningkat sejak perang Israel di Jalur Gaza pada Oktober 2023.

https://www.aa.com.tr/en/world/5-209-israeli-occupiers-stormed-al-aqsa-mosque-compound-in-august-2-palestinians-killed-114-detained/4044643

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Internasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia