Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Internasional

AS Kembali Serang Iran Setelah Jeda Sebulan, Bombardir Pulau Larak

NadiKabar Biro
AS Kembali Serang Iran Setelah Jeda Sebulan, Bombardir Pulau Larak
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait AS Kembali Serang Iran Setelah Jeda Sebulan, Bombardir Pulau Larak.

JAKARTA — Amerika Serikat kembali melancarkan serangan atas Iran pada Senin (31/8) dini hari,setelah sempat jeda selama sebulan.

Pasukan AS membombardir salah satu pulau kecil di Selat Hormuz dalam serangan terbaru mereka.

"Hari ini, pasukan AS menyerang dua peluncur (rudal) milik Iran di Pulau Larak," ujar juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), seperti dikutip dari AFP.

Pernyataan itu menambahkan bahwa Garda Revolusi Iran (IRGC) "terpantau sedang bersiap meluncurkan roket yang dilengkapi ranjau laut ke arah Selat Hormuz."

Serangan tersebut terjadi tak lama setelah konflik antara AS dan Iran memasuki bulan keenam, dan pada saat ketegangan sebenarnya mulai mereda.

Dalam beberapa pekan terakhir, pemerintahan Trump lebih mengutamakan "perang ekonomi" dibandingkan serangan militer terhadap Iran.

Iran telah memblokir Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang sebelumnya dilalui oleh seperlima pasokan minyak dunia, sejak Amerika dan Israel memulai perang melalui serangan udara terhadap Iran pada 28 Februari.

"Pekan lalu, CENTCOM telah merampungkan pembersihan ranjau laut dari jalur pelayaran internasional di selat tersebut," kata Kapten Angkatan Laut Tim Hawkins, juru bicara Komando Pusat AS.

"Pasukan AS terus memantau wilayah tersebut dengan cermat dan senantiasa siap melindungi kelancaran arus perdagangan melalui jalur perairan vital ini," ujarnya lagi.

Upaya diplomatik yang dipelopori oleh para mediator, termasuk Pakistan dan Qatar, telah dilakukan selama berbulan-bulan untuk mengakhiri perang namun tidak membuahkan hasil.

Meskipun gencatan senjata telah disepakati pada April dan nota kesepahaman menuju perjanjian damai final telah ditandatangani pada Juni, belum ada kesepakatan yang tercapai. Washington sejak saat itu telah menyatakan "perang ekonomi" terhadap Teheran.

Blokade tandingan angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran mempersempit pasokan bahan bakar di Iran di tengah kekurangan produksi dalam negeri, seiring dengan langkah AS yang meningkatkan tekanan terhadap musuhnya tersebut.

Gencatan senjata pada April memang mengakhiri pertempuran paling sengit, namun serangan sporadis,terutama di sekitar Selat Hormuz, telah meredupkan prospek tercapainya perjanjian damai final.

Dalam sebuah pernyataan pada Jumat (38/8), Senator AS Jack Reed mengkritik Presiden Donald Trump terkait perang tersebut.

"Enam bulan berlalu, tidak ada satu pun tujuan yang tercapai," ujar Reed, anggota senior Partai Demokrat di Komite Angkatan Bersenjata Senat.

"Bahkan, ia telah melemahkan posisi kita secara signifikan, baik di Timur Tengah maupun di mata dunia," ia menambahkan.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Internasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia