JAKARTA — Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengatakan pasukan militer Washington sedang menyelidiki dugaan serangan AS menghantam pesta pernikahan di Sirik, Iran.
Dalam pernyataan pada Kamis (3/9), Vance berujar ia sebetulnya tak percaya dengan laporan media Iran bahwa AS menyerang pesta pernikahan. Namun hal tersebut akan diinvestigasi lebih lanjut.
"Saya akan mengatakan bahwa media pemerintah Iran belum menjadi penulis yang baik mengenai apa yang terjadi dalam konflik sejauh ini. Jadi saya sangat skeptis terhadap hal ini," ucapnya di Gedung Putih, seperti dikutip BBC.
Pada Rabu (2/9) pagi, AS meluncurkan serangan ke wilayah Kuhestak, Sirik, dan dilaporkan menghantam kediaman warga.
Gubernur Sirik, Reza Shahidiyan, mengatakan kepada stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, bahwa 63 orang terluka, di antaranya 50 perempuan dan anak-anak.
Sementara itu, sedikitnya empat orang meninggal dunia, termasuk anak-anak.
Palang Merah Iran melaporkan pecahan rudal menghantam pesta pernikahan di sebuah rumah.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan serangan tersebut "kejahatan perang".
Iran membalas serangan ini dengan menggempur pangkalan-pangkalan AS di sejumlah negara Timur Tengah, termasuk Kuwait dan Uni Emirat Arab.
BBC Verify mengonfirmasi sebuah video dan dua gambar yang diambil pada Selasa di dekat pantai Kuhestak yang menunjukkan sebuah menara telekomunikasi dihancurkan, dan video lain dari hari Selasa dan Rabu menunjukkan rumah-rumah yang rusak parah sekitar 130m di utara menara tersebut.
Tim forensik BBC Persia menemukan bahwa menara telekomunikasi tersebut berjarak sekitar 112 meter dari rumah tempat pernikahan diadakan.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.