JAKARTA — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengaku telah menggempur dua pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania pada Senin (31/8).
Serangan itu diluncurkan merespons serangan AS ke Pulau Larak pada Minggu (30/8).
Teheran menargetkan pangkalan King Hussein dan Al Azraq dengan rudal balistik.
"(Serangan ini) menghancurkan infrastruktur teknis dan perbaikan, serta lokasi penempatan fighter," demikian keterangan IRGC, seperti dikutip Al Jazeera.
"Agresi dan kejahatan tidak akan menyelesaikan keputusasaan musuh dalam upaya melemahkan kendali Iran atas Selat Hormuz. Setiap serangan juga akan menerima balasan yang lebih menghancurkan," lanjut IRGC.
Pada Senin dini hari, AS meluncurkan serangan pertama dalam sebulan ke arah peluncur roket Iran di Pulau Larak.
Serangan itu dilakukan setelah militer AS menilai bahwa IGRC "bersiap untuk meluncurkan roket dengan ranjau laut ke Selat Hormuz".
Serangan ini terjadi saat konflik sedang mereda dan telah memasuki enam bulan.
IRGC pada hari yang sama mengutuk serangan AS tersebut dan menegaskan akan membalas agresi Washington.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.