Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Internasional

Banjir Bandang di Perbatasan China-Nepal, 22 Tewas dan 384 Turis Hilang

B
Banjir Bandang di Perbatasan China-Nepal, 22 Tewas dan 384 Turis Hilang
Dokumentasi dan liputan mendalam NadiKabar.com terkait Banjir Bandang di Perbatasan China-Nepal, 22 Tewas dan 384 Turis ...

JAKARTA — Banjir bandang melanda wilayah dekat perbatasan China dan Nepal pada Rabu (26/8) hingga sejauh ini menewaskan 22 orang dan ratusan orang lainnya hilang.

Banjir melanda sejumlah wilayah di Nepal dan Tibet, China. Tanah longsor juga terjadi di kawasan Gyirong, Tibet, yang berada dekat perbatasan kedua negara.

Dikutip Al Jazeera, otoritas setempat melaporkan sekitar 384 turis hilang imbas banjir ini. Sebanyak 291 turis itu berasal dari Inggris, Amerika Serikat, India, dan Malaysia.

Pemerintah China memperingatkan kemungkinan banyak korban jiwa. Presiden China Xi Jinping juga memerintahkan upaya pencarian "habis-habisan".

Di Nepal, 60 pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air dilaporkan hilang, seperti dilaporkan kantor berita nasional Nepal RSS.

Mereka bekerja di Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Langtang Khola di Rasuwa.

Para pekerja sedang melakukan pekerjaan beton di dalam terowongan ketika banjir terjadi. Banjir kemudian merusak area proyek tersebut.

Selain pekerja, 400 wisatawan, termasuk warga negara asing, juga belum diketahui keberadaannya, menurut badan pariwisata Nepal.

Menteri Luar Negeri Nepal Shishir Khanal mengatakan banjir diduga terjadi setelah gempa bumi memicu tanah longsor besar. Longsor tersebut kemudian menghalangi aliran Sungai Bhote Koshi hingga menyebabkan air meluap.

"Gempa bumi terjadi pukul 08.37 pagi tadi, dan akibatnya terjadi tanah longsor besar yang menghalangi aliran sungai, yang tampaknya menyebabkan banjir," kata Khanal dalam rapat di Dewan Perwakilan Rakyat Nepal.

Dikutip CNN, Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa berkekuatan magnitudo 4,4 di wilayah tersebut pada waktu yang sama.

Tim penyelamat dari polisi dan militer Nepal terus mencari warga dan pekerja yang hilang.

Perdana Menteri Nepal Balendra Shah meminta masyarakat yang tinggal di sepanjang sungai untuk tetap waspada.

"Masyarakat di sepanjang sungai disarankan untuk lebih berhati-hati dan tetap waspada," kata Balendra, seperti dilaporkan Reuters.

Upaya penyelamatan juga menghadapi kendala.

Juru bicara militer Nepal Raja Ram Basnet mengatakan Helikopter tidak dapat mendarat di sejumlah wilayah, termasuk Syapru Besi dan Timure di Nepal Utara sampai air surut.

Sementara itu, Xi Jinping memerintahkan upaya pencarian dan penyelamatan besar-besaran untuk menemukan mereka yang hilang, menurut kantor berita pemerintah China.

Pemerintah China juga menyiapkan bantuan berupa tenda, kompor pemanas, pakaian, dan perlengkapan tidur bagi warga terdampak.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Internasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia