Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Internasional

Bocah 8 Tahun Punya IQ 154, Sudah Kuliah di Kampus Top Asia

NadiKabar Biro
Bocah 8 Tahun Punya IQ 154, Sudah Kuliah di Kampus Top Asia
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Bocah 8 Tahun Punya IQ 154, Sudah Kuliah di Kampus Top Asia.

Jakarta, CNBC Indonesia - Di usia ketika kebanyakan anak masih duduk di bangku sekolah dasar, Theodore Kwan sudah rutin mengikuti kuliah kimia tingkat universitas bersama ratusan mahasiswa.

Bocah asal Singapura berusia delapan tahun dengan IQ 154 itu menghadiri kelas kimia di Nanyang Technological University (NTU), Singapura. NTU merupakan salah satu universitas terbaik di Asia.

Setiap Kamis, Theodore bergabung dengan lebih dari 400 mahasiswa untuk mengikuti kuliah kimia umum yang diajarkan Sumod Pullarkat dari School of Chemistry, Chemical Engineering and Biotechnology NTU.

Mengutip VnExpress, Senin (31/08/2026), Theodore sebenarnya bukan mahasiswa resmi NTU. Ia tidak mengikuti ujian maupun kegiatan praktikum di laboratorium. Bocah tersebut hadir sebagai tamuĀ untuk mendalami ketertarikannya terhadap ilmu kimia tingkat lanjut.

Salah satu materi yang dipelajarinya adalah teori orbital molekul, konsep yang menggunakan mekanika kuantum untuk menjelaskan perilaku elektron di dalam molekul.

Theodore mulai mengikuti kelas di NTU sejak Agustus 2025. Pada awalnya, ia bahkan menghadiri sekitar tiga sesi perkuliahan dalam seminggu.

Meski usianya terpaut jauh dari mahasiswa lain, kemampuan Theodore ternyata tidak kalah. Menurut laporan The Straits Times yang dikutip VnExpress, ia kerap mengangkat tangan dan mampu menjawab dengan benar pertanyaan yang diberikan Pullarkat selama perkuliahan.

Bakat Theodore dalam bidang sains sudah terlihat sejak usia dini. Ketika berusia enam tahun 10 bulan, ia menjadi peserta termuda di Singapura yang memperoleh nilai A dalam ujian kimia International General Certificate of Secondary Education (IGCSE).

IGCSE merupakan kualifikasi yang setara dengan O-Level dan umumnya ditempuh pelajar berusia sekitar 14 hingga 16 tahun. Kini pada usia delapan tahun, Theodore telah memegang delapan rekor nasional Singapura.

Ia baru-baru ini juga memperoleh nilai A untuk IGCSE fisika dan biologi sekaligus menjadi peserta termuda di Singapura yang mengikuti kedua ujian tersebut, menurut media Singapura Mothership. Theodore juga meraih nilai A dalam IGCSE matematika.

Deputy President and Provost NTU Christian Wolfrum mengatakan para pengajar menyambut antusiasme Theodore dalam belajar. Menurut Wolfrum, kehadiran Theodore bersama mahasiswa sarjana lainnya menciptakan dinamika baru yang dapat memberikan manfaat bagi semua orang di kelas.

"Bakat tidak mengenal batas usia. Baik muncul sejak dini maupun kemudian hari, bakat harus selalu dikembangkan," ujar Wolfrum.

Kesempatan Theodore mengikuti perkuliahan di NTU bermula dari ibunya, Crystal Tang, yang merupakan mahasiswa doktoral di sekolah kedokteran NTU. Pullarkat mengetahui ketertarikan Theodore terhadap sains ketika berbincang mengenai pekerjaan dengan Tang. Ia kemudian mengundang Theodore untuk mengikuti perkuliahannya sebagai tamu.

"Saya berpikir bahwa menjadi tamu dalam kuliah kimia mahasiswa tahun pertama saya akan memberikan Theodore kesempatan untuk mengetahui seberapa dalam ketertarikannya terhadap kimia," kata Pullarkat.

Pengaturan tersebut membuat Theodore dapat mengeksplorasi mata kuliah tingkat universitas tanpa tekanan ujian maupun penilaian akademik. Bahkan setelah mengikuti kelas pertamanya, Tang mengingat putranya langsung bertanya apakah ia dapat menghadiri kuliah setiap hari dan tinggal di NTU.

Kehadiran Theodore juga mendapat sambutan positif dari mahasiswa. Constance Han, mahasiswa tahun pertama jurusan Environmental Earth Systems Science, mengatakan Theodore membawa energi tersendiri ke ruang kuliah.

Han mengaku menantikan kehadiran Theodore setiap pekan. Menurutnya, melihat bocah tersebut begitu menikmati proses belajar juga memberikan semangat kepada dirinya.

Orang Tua Pertimbangkan Kampus Luar Negeri

Dengan kemampuan akademiknya yang jauh melampaui anak seusianya, orang tua Theodore kini mulai mempertimbangkan institusi pendidikan di luar negeri yang memungkinkan putranya berkembang sesuai dengan kesiapan akademiknya.

Tang, yang memberikan pendidikan homeschooling kepada Theodore dan adik perempuannya, mengatakan putranya masih terlalu muda untuk menentukan jalan hidupnya.

Theodore bisa saja memilih sains, tetapi tidak tertutup kemungkinan nantinya tertarik pada bidang yang sama sekali berbeda.

"Pada tahap sekarang, kami sebagai orang tua hanya ingin memberinya banyak pilihan, baik secara luas maupun mendalam, sehingga ia dapat mengeksplorasinya sendiri," ujar Tang kepada media Singapura Zaobao.

NTU sendiri menempati peringkat ke-12 dunia dalam QS World University Rankings 2026. Kampus tersebut berada di posisi ketiga bersama di Asia dengan National University of Singapore (NUS).

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Internasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia