Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Internasional

Cerita Perempuan Asal RI Jadi Tentara Kamboja, Boleh Bercadar

NadiKabar Biro
Cerita Perempuan Asal RI Jadi Tentara Kamboja, Boleh Bercadar
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Cerita Perempuan Asal RI Jadi Tentara Kamboja, Boleh Bercadar.

JAKARTA — Seorang perempuan asal Indonesia bernama Nur Ainanta memilih menjadi tentara Kamboja setelah awalnya hanya datang untuk berlibur ke negara tersebut.

Ia kemudian tertarik bergabung menjadi aparat keamanan dan akhirnya mendapat izin untuk menjadi bagian dari tentara Kamboja.

Nur mengatakan keputusannya bermula dari keisengan saat berada di Kamboja. Ia mengaku awalnya hanya ingin berjalan-jalan, tetapi kemudian tertarik mencoba bergabung dengan aparat.

"Awalnya cuma jalan-jalan saja, dan karena iseng saja ingin masuk di aparat. Alhamdulillah disetujui," kata Nur.

Nur kemudian memilih bertugas di bagian pemberantasan perdagangan manusia. Ia mengaku prihatin melihat banyak warga Indonesia dan warga negara lain yang terjebak di Kamboja.

"Pengalamanku bisa ikut karena kasihan banyak warga Indonesia, warga lain terjebak di Kamboja dan makanya saya pilih di bagian pemberantasan," ujarnya.

Untuk menjadi tentara Kamboja, Nur mengatakan seseorang harus memiliki kewarganegaraan Kamboja. Ia sendiri harus berpindah kewarganegaraan untuk memenuhi persyaratan tersebut.

Selain kewarganegaraan, calon personel juga harus memiliki kesiapan mental. Mereka harus siap ditempatkan di mana saja dan mengikuti keputusan dari pusat.

"Masalah persyaratan yang lain cuma dari mental dan siap ditugaskan di mana saja. Harus siap sedia apapun keputusan dari pusat," katanya.

Sebagai perempuan yang mengenakan hijab dan cadar, Nur mengatakan aturan militer Kamboja sebenarnya melarang penggunaan pakaian tersebut. Namun, aturan itu berbeda di unit tempat ia bertugas.

"Sebenarnya dilarang keras, tapi di bagian tim yang saya ambil dibolehkan," ujar Nur.

Keputusan Nur untuk menjadi tentara Kamboja juga mendapat dukungan dari keluarganya. Ia mengatakan keluarganya memberikan izin dan mendukung pilihannya untuk menjalani tugas tersebut.

Selama bertugas, Nur terlibat dalam penanganan kasus perdagangan manusia dan jaringan penipuan daring di wilayah perbatasan. Ia bahkan menyebut pengalaman tersebut membuatnya mengalami trauma.

"Pengalamannya lumayan tragis, pertama saja bikin trauma," kata Nur.

Saat ini, Nur mengaku telah berpangkat kolonel di militer Kamboja. Ia juga pernah berada di wilayah perbatasan ketika terjadi konfrontasi militer antara Thailand dan Kamboja.

Namun, Nur mengatakan tugasnya saat itu bukan terlibat langsung dalam pertempuran. Ia berada di lokasi untuk melakukan pengecekan dan memberikan arahan.

"Memang saya juga pernah di situ, tapi cuma bertugas mengecek saja, kasih arahan saja," ujarnya.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Internasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia