Israel dan Finlandia diam-diam memperpanjang kerja sama pertahanan bilateral mereka.
Kesepakatan tersebut memperkuat hubungan militer kedua negara di tengah tekanan dari kelompok oposisi Finlandia yang menentang kerja sama dengan Israel.
Menurut laporan media lokal, Finlandia memperpanjang memorandum kerja sama pertahanan dengan Israel tanpa mengumumkan kesepakatan tersebut kepada publik. Perjanjian baru itu berlaku selama satu dekade.
Kesepakatan tersebut menuai kritik dari kelompok oposisi sayap kiri Finlandia. Mereka menyebut kesepakatan itu sebagai "aib bersejarah."
Ketua Liga Hijau Finlandia Sofia Virta menyebut pemerintah seharusnya meningkatkan tekanan terhadap Israel, bukan memperluas kerja sama di bidang pertahanan.
"Ketika kami menuntut tekanan terhadap Israel, pemerintah memperketat kerja sama," kata Virta, seperti dilaporkan Helsinki Times.
Ketua Aliansi Kiri, Minja Koskela, juga mengecam pemerintah karena tidak mengumumkan perpanjangan kerja sama tersebut kepada publik.
"Keheningan ini tidak mengejutkan saya, karena sikap yang dipilih sangat memalukan," kata Koskela, seperti dilaporkan New York Post.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Finlandia Antti Häkkänen menyebut pakta tersebut sebagai praktik standar antara negara-negara yang memiliki hubungan pertahanan yang mapan. Ia juga mengatakan Finlandia memang memiliki dokumen kerja sama pertahanan dengan banyak negara.
"Kami memiliki dokumen kerja sama dengan 40 negara, dan Israel telah lama menjadi salah satunya," kata Häkkänen, menurut lembaga penyiaran publik Finlandia, Yle.
"Ini bukanlah kebijakan baru yang dramatis," tambahnya.
Häkkänen mengatakan kerja sama dengan Israel juga berkaitan dengan kebutuhan Finlandia untuk memperoleh teknologi pertahanan.
"Pada tahap ini, kami hanya memastikan bahwa Finlandia mendapatkan sistem pertahanan udara terbaik di dunia, dan teknologi terbaik yang terkait dengannya," ujarnya.
Finlandia dan Israel sebelumnya menandatangani pakta kerja sama pertahanan pada 2013.
Kedua negara kemudian memperbarui kesepakatan tersebut pada 2019, dengan masing-masing perjanjian berlaku selama lima tahun. Kerja sama tersebut mencakup penelitian, pengembangan, serta pengadaan produk dan sistem militer.
Kedua negara mulai mempersiapkan pembaruan perjanjian pada 2024 setelah kesepakatan sebelumnya berakhir.
Menurut salinan memorandum yang diperoleh Yle, Finlandia dan Israel menyebut hubungan pertahanan kedua negara didasarkan pada "nilai-nilai bersama" dan "kepentingan bersama".
"Selama beberapa tahun terakhir, kemitraan ini telah meningkat dan berkembang menjadi kemitraan yang unik," demikian isi memorandum tersebut.
Kesepakatan baru itu juga membentuk kelompok koordinasi bersama yang akan bertemu sebanyak satu kali dalam setahun untuk membahas kerja sama pertahanan kedua negara.
Saat ini, terdapat 23 proyek yang dikerjakan antara Finlandia dan industri persenjataan Israel.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.