Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Internasional

Kata-kata Raja Baru Norwegia Haakon VIII usai Sang Ayah Wafat

NadiKabar Biro
Kata-kata Raja Baru Norwegia Haakon VIII usai Sang Ayah Wafat
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Kata-kata Raja Baru Norwegia Haakon VIII usai Sang Ayah Wafat.

JAKARTA — Raja Haakon VIII dari Norwegia memberikan penghormatan kepada mendiang ayahnya, Harald V.

Penghormatan ini disampaikan dalam pidato perdana sejak ia naik takhta.

"Terima kasih karena telah menjadi ayah yang begitu baik," ujar Haakon dalam pidato yang disiarkan melalui televisi, dilansir dari BBC pada Minggu (30/8).

Dalam pidato tersebut, ia duduk di sebuah meja di istana kerajaan Norwegia. Di sampingnya terdapat foto mendiang raja, dua lilin menyala, dan semangkuk mawar putih.

Harald V meninggal dunia di rumah sakit pada usia 89 tahun, Jumat (28/8) pagi waktu setempat. Ia wafat setelah menjalani perawatan akibat kelainan darah langka usai bertakhta selama 35 tahun.

"Sekarang giliran saya," ujar Haakon.

Ia menyadari tugas besar telah menantinya dan berkomitmen untuk hadir secara penuh ke depannya.

Haakon menekankan pentingnya persatuan nasional. Ia menyatakan keluarga kerajaan percaya pada tatanan masyarakat yang dibangun berlandaskan hukum dan keadilan serta kesetaraan nilai pada setiap orang.

Menurut dia, Harald merupakan ayah yang baik bagi dirinya dan saudara perempuannya, Putri Märtha Louise, sekaligus kakek yang hangat dan lucu bagi enam cucunya, serta suami yang penuh kasih dan perhatian bagi istrinya, Ratu Sonja.

Raja baru itu tampak menahan air mata saat berpidato. Ia menyebut Sabtu (29/8) seharusnya menjadi hari ulang tahun pernikahan orang tuanya yang ke-58.

Haakon mengenang sang ayah sebagai sosok yang menyatukan keluarga dengan kewibawaan alami. Harald dinilai selalu setia pada nilai dan komitmennya.

"Dia terus mengingatkan kami dalam keluarga bahwa masing-masing dari kami harus melakukan sesuatu dengan cara kami sendiri. Menemukan gaya kami sendiri. Menjadi diri kami sendiri," ujar Haakon.

Ia juga mengaku terharu melihat ribuan warga Norwegia berkumpul di luar istana kerajaan di Oslo. Warga datang membawa bunga, lilin, serta memberikan penghormatan.

"Kami sedang berduka, tetapi pada saat yang sama kami merasa terhibur dan mendapatkan kekuatan karena begitu banyak orang berduka bersama kami," ujarnya.

Warga Norwegia terus meletakkan bunga di luar istana sejak kabar kematian Harald diumumkan. Masa berkabung nasional telah ditetapkan, tetapi belum ada tanggal pemakamannya.

Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre juga berada di antara mereka yang meletakkan bunga di luar istana dan menandatangani buku belasungkawa setelah bertemu dengan raja baru. Menurut dia, negara kini bersatu dalam duka dan rasa syukur.

Haakon dijadwalkan mengucapkan sumpah setia di parlemen pada Selasa (1/9). Ia kemudian akan mengikuti upacara pengukuhan sederhana bersama istrinya, Ratu Mette-Marit.

Haakon mengambil alih takhta di tengah situasi sulit. Keluarga kerajaan saat ini tengah menghadapi sejumlah masalah kesehatan dan kontroversi.

Mette-Marit sempat menjadi sorotan setelah terungkap memiliki hubungan pertemanan selama tiga tahun dengan terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Ia telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas hal tersebut.

Ia kemudian menjalani transplantasi paru-paru setelah menderita fibrosis paru sejak 2018. Dokter belum akan menyatakan kondisinya stabil hingga tahun depan.

Selain itu, putra Mette-Marit dari hubungan sebelumnya, Marius Borg Høiby, divonis empat tahun penjara atas kasus pemerkosaan pada Juni lalu. Ia tengah mengajukan banding.

Høiby memang bukan anggota resmi keluarga kerajaan, tetapi, ia dibesarkan di lingkungan istana sejak Haakon menikahi ibunya.

Saudara perempuan Haakon, Märtha Louise, juga menuai kontroversi usai menikah dengan pria Amerika Serikat yang mengaku sebagai dukun pada 2024. Aktivitas bisnis mereka memaksa Märtha mundur dari tugas kerajaan.

Meski tidak merujuk langsung pada kontroversi tersebut, Haakon menyinggung pentingnya solidaritas keluarga.

"Keluarga kami telah merasakan pentingnya berdiri bersama agar tetap teguh, baik dalam diri kami sendiri maupun satu sama lain, bahkan di masa-masa sulit," ujar Haakon.

Ia memastikan dirinya bersama Mette-Marit dan Putri Mahkota Ingrid Alexandra akan selalu berusaha memahami situasi masyarakat.

"Tidak ada seorang pun yang tinggal di negara ini yang tahu apa yang akan kita hadapi bersama, tetapi yang kita tahu adalah kita akan saling mendukung melalui hari-hari baik maupun hari-hari sulit," ujar Haakon.

Dukungan terhadap monarki Norwegia menurun dari 72 persen pada 2024 menjadi 54 persen awal tahun ini. Meski demikian, Harald tetap populer hingga akhir hayatnya.

Para pakar meyakini Haakon mampu menghadapi berbagai tantangan tersebut. Ia tetap dihormati dan dikenal luas sebagai sosok pekerja keras oleh masyarakat Norwegia.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Internasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia