Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Internasional

Nicolas Maduro Unggah Foto Perdana di Medsos dari Penjara AS

NadiKabar Biro
Nicolas Maduro Unggah Foto Perdana di Medsos dari Penjara AS
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Nicolas Maduro Unggah Foto Perdana di Medsos dari Penjara AS.

JAKARTA — Mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan dirinya "tetap teguh" meski sedang ditahan di penjara di New York, Amerika Serikat (AS).

Maduro menyampaikan pernyataan tersebut melalui unggahan di media sosial pada Minggu (30/8) disertai dua foto dirinya dari dalam tahanan. Maduro mengunggah foto tersebut untuk menyampaikan pesan kepada keluarga dan orang-orang yang mendukungnya.

Dalam foto itu, Maduro terlihat mengenakan pakaian olahraga berwarna abu-abu dan mengangkat tangannya membentuk tanda perdamaian. Ia juga tampak mengalami penurunan berat badan sejak ditahan oleh AS.

"Saya mengirimkan foto-foto ini sebagai hadiah kecil untuk semua cucu saya, untuk anak laki-laki dan perempuan, dan untuk semua orang baik yang mencintai kami," tulis Maduro di X dalam bahasa Spanyol.

"Saya ingin Anda tahu bahwa kami tetap teguh, dengan hati yang dipenuhi cinta kepada Anda," tambahnya.

Menurut laporan The Independent, dua foto tersebut baru diunggah pada Minggu. Namun, keterangan waktu pada foto menunjukkan bahwa gambar itu diambil pada 25 Juni, sehari setelah dua gempa bumi besar dilaporkan menewaskan lebih dari 6.500 orang di Venezuela.

Maduro juga menyampaikan pesan agar masyarakat Venezuela tetap kuat menghadapi situasi yang terjadi.

"Kita akan tetap kuat, tenang, dan percaya diri: Tuhan bersama kita. Tuhan akan menyediakan. Venezuela akan bangkit kembali," tulisnya.

Unggahan tersebut kemudian memicu pertanyaan di media sosial. Sejumlah pengguna X mempertanyakan bagaimana Maduro dapat mengunggah foto dan pernyataan dari dalam tahanan AS.

"Jadi Maduro bisa mengunggah sesuatu di media sosial saat berada dalam tahanan AS? Ini sungguh aneh," tulis salah satu pengguna X.

Pengguna lainnya juga mempertanyakan keaslian foto tersebut. "Bagaimana mungkin seseorang yang ditahan di AS mengambil foto? Apakah ini benar?" tulis pengguna tersebut.

Kemunculan unggahan Maduro juga mendapat perhatian karena bertepatan dengan pengumuman kesepakatan minyak antara AS dan Venezuela pada akhir pekan lalu.

Kesepakatan itu akan memberikan AS kendali atas lebih dari 65 miliar barel cadangan minyak Venezuela.

"Foto pertama Maduro muncul setelah penculikannya, tepat setelah kesepakatan minyak besar-besaran antara AS dan Venezuela, meskipun foto itu diambil pada 25 Juni. Kebetulan atau sebab akibat?" tanya pengguna X.

"Tepat pada saat kesepakatan minyak dengan Venezuela diumumkan. Sungguh kebetulan yang luar biasa," tulis pengguna X lainnya.

Dua hari sebelum unggahan Maduro, Presiden sementara Venezuela Delcy Rodríguez mengumumkan kesepakatan minyak yang disebutnya sebagai kesepakatan "bersejarah". Kesepakatan itu memungkinkan perusahaan AS beroperasi di sektor minyak Venezuela.

Trump juga menyinggung kesepakatan tersebut melalui akun Truth Social. "Salah satu hal yang akan saya lakukan dengan minyak Venezuela adalah mengisi kembali Cadangan Strategis Nasional yang, karena Sleepy Joe Biden, hampir kosong," tulis Trump pada Minggu.

"Proses 'penyelesaian struktur utama' akan segera dimulai, dan ini adalah hadiah dari Venezuela untuk rakyat Amerika Serikat," tambahnya.

Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap dalam operasi militer AS di Caracas pada Januari lalu, setelah pemerintahan Trump melakukan tekanan dan serangan selama berbulan-bulan terhadap pemerintahannya.

Jaksa federal AS menuduh Maduro memimpin konspirasi untuk mengirim narkoba dari Venezuela ke AS. Ia juga dituduh memanfaatkan kelompok yang disebut pemerintah AS sebagai organisasi narkoterorisme, termasuk kartel dan geng Tren de Aragua.

Maduro dan Flores didakwa atas tuduhan konspirasi untuk melakukan terorisme narkoba dan mengimpor kokain ke AS. Keduanya telah menyatakan tidak bersalah. Dalam sidang dakwaan pada Januari, Maduro membantah tuduhan tersebut.

"Saya tidak bersalah. Saya adalah orang baik, presiden konstitusional negara saya," kata Maduro dalam bahasa Spanyol.

Jika dinyatakan bersalah, keduanya menghadapi potensi hukuman penjara seumur hidup. Persidangan mereka dijadwalkan dimulai pada 1 Juni 2027.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Internasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia