Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Internasional

Oposisi Israel Somasi Istri Netanyahu gegara Tudingan 7 Oktober

NadiKabar Biro
Oposisi Israel Somasi Istri Netanyahu gegara Tudingan 7 Oktober
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Oposisi Israel Somasi Istri Netanyahu gegara Tudingan 7 Oktober.

JAKARTA — Pemimpin oposisi Israel Yair Golan menyomasi istri Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu gegara tudingan soal serangan 7 Oktober.

Anadolu Agency melaporkan Golan mengultimatum Sara Netanyahu untuk meminta maaf dalam waktu 24 jam dan mencabut pernyataannya yang menuduh Golan mengetahui serangan kelompok milisi Hamas Palestina pada 7 Oktober 2023. Ultimatum itu disampaikan pada Selasa (1/9).

"Permintaan maaf dalam waktu 24 jam dan kompensasi yang akan disumbangkan kepada para korban festival Nova atau gugatan sebesar 2,5 juta shekel (sekitar Rp14,6 miliar)," tulis Golan di media sosial X.

Golan menegaskan jika somasi tak dilakukan, ia akan menggugat Sara atas pencemaran nama baik.

Golan terang-terangan menentang tudingan Sara dan menyebut klaim istri Netanyahu itu "konspirasi palsu", serta menuduh Sara mencoba mengubah peristiwa 7 Oktober dan mengubah mereka yang berusaha menyelamatkan nyawa sebagai pengkhianat dan mereka yang meninggalkan tugas sebagai korban.

"Kami tidak akan membiarkan mereka menghapus kebenaran dan kepahlawanan para pejuang, para sukarelawan, dan warga sipil yang turun tangan ketika pemerintah runtuh," tambahnya.

Golan juga menyampaikan bahwa jika partainya berkoalisi dengan pemerintahan berikutnya, ia akan membentuk komisi penyelidikan untuk mengungkap kebenaran dan menjerat pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam peristiwa tersebut.

Cekcok Golan dan Sara bermula setelah Sara mengatakan kepada Channel 14 pada Senin (31/8) bahwa Golan berada di area sekitar Jalur Gaza selama jam-jam pertama serangan Hamas.

"Ketika Anda adalah perwira militer berpangkat tinggi dan mengeklaim Anda ikut bertempur pada 7 Oktober, faktanya Anda sudah ada di sana sejak pagi buta, berpakaian rapi, dan siap," kata Sara, merujuk pada Golan.

Menurut Sara, Golan terlalu siap untuk mengantisipasi serangan yang bahkan para pejabat lain, termasuk perdana menteri saja tidak tahu apa yang sedang terjadi.

Golan merupakan mayor jenderal cadangan di angkatan darat Israel dan menjabat sebagai wakil kepala staf dari tahun 2014 hingga 2017. Dia juga pernah menjabat wakil menteri perekonomian Israel pada 2021 hingga 2022.

Israel melancarkan genosida di Gaza pada 8 Oktober 2023, satu hari setelah Hamas menyerang Tel Aviv di perbatasan. Agresi berlanjut selama dua tahun, menyebabkan kehancuran besar di wilayah kantong Palestina tersebut.

Israel dan Hamas sudah gencatan senjata sejak 10 Oktober 2025, namun terus dilanggar oleh Negeri Zionis.

Hingga Selasa (1/9), serangan Israel terhadap Gaza telah menewaskan sekitar 73.462 warga Palestina dan melukai 174.509 lainnya.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Internasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia