Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Internasional

Sering Dikira Kelelahan, Tanda Ini Bisa Jadi Sinyal Gagal Jantung

NadiKabar Biro
Sering Dikira Kelelahan, Tanda Ini Bisa Jadi Sinyal Gagal Jantung
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Sering Dikira Kelelahan, Tanda Ini Bisa Jadi Sinyal Gagal Jantung.

Jakarta, CNBC Indonesia - Mudah lelah, sesak napas saat beraktivitas maupun berbaring, hingga pembengkakan pada kaki sering dianggap sebagai kelelahan biasa atau bagian dari proses penuaan. Padahal, bila keluhan muncul berulang, semakin berat, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan fungsi jantung, termasuk gagal jantung (heart failure), yaitu kondisi ketika jantung tidak mampu memompa atau menerima darah secara optimal sehingga kebutuhan tubuh tidak terpenuhi atau terjadi penumpukan cairan.

dr. Anindita Primiari Qodrina dari Mayapada Hospital Surabaya menjelaskan bahwa tanda gagal jantung tidak selalu langsung dirasakan sebagai keluhan berat.

"Pada tahap awal, pasien dapat merasa lebih cepat lelah atau kemampuan beraktivitas mulai menurun. Jika kondisi berlanjut, keluhan dapat berkembang menjadi sesak saat beraktivitas maupun berbaring, hingga pembengkakan pada kaki akibat penumpukan cairan. Bila keluhan muncul berulang atau semakin berat, sebaiknya segera dilakukan evaluasi untuk mengetahui penyebabnya," jelas dr. Anindita dalam keterangan resmi, Rabu (2/9/2026).

Gagal jantung dapat berkembang akibat berbagai penyakit yang memengaruhi struktur maupun fungsi jantung, seperti penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, penyakit katup, gangguan irama jantung, hingga kelainan otot jantung (kardiomiopati). Risikonya juga dapat meningkat pada orang dengan diabetes, obesitas, kebiasaan merokok, penyakit ginjal, kurang aktivitas fisik, usia lanjut, maupun faktor genetik tertentu.

Menurut dr. Ika K Dhanudibroto dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, pemeriksaan pada pasien dengan dugaan gagal jantung tidak hanya bertujuan memastikan diagnosis, tetapi juga memahami penyebab dan tingkat keparahan untuk menentukan jalur pengobatan yang sesuai.

"Ketika pasien datang dengan keluhan yang mengarah pada gagal jantung, kita perlu melihat kondisinya secara menyeluruh. Pemeriksaan dilakukan untuk menilai struktur dan fungsi jantung, mengetahui kondisi yang mendasari keluhan, serta menentukan terapi yang paling sesuai. Setiap pasien dapat memiliki kondisi yang berbeda, sehingga penanganannya juga perlu disesuaikan secara individual," jelas dr. Ika.

Untuk menilai kondisi pasien secara menyeluruh, evaluasi dapat meliputi pemeriksaan fisik, EKG, ekokardiografi atau USG jantung, pemeriksaan laboratorium, serta pemeriksaan lanjutan seperti Brain Natriuretic Peptide (BNP) atau N-terminal pro-B-type Natriuretic Peptide (NT-proBNP), CT Scan jantung, Cardiac MRI, hingga pemeriksaan melalui Cath Lab sesuai kebutuhan klinis. Melalui ekokardiografi, dokter dapat menilai struktur dan fungsi jantung, termasuk fungsi pompa dan pengisian jantung serta kondisi katup.

Hasil evaluasi kemudian menjadi dasar penanganan, mulai dari obat-obatan, perubahan gaya hidup, hingga tindakan lanjutan. Pada kondisi tertentu, implantable cardioverter-defibrillator (ICD) atau cardiac resynchronization therapy (CRT) dapat dipertimbangkan sesuai indikasi, dengan pemantauan berkala untuk menilai respons terapi dan menjaga kondisi tetap stabil.

Deteksi dini melalui pemeriksaan yang tepat membantu mengetahui penyebab dan tingkat keparahan gagal jantung secara akurat. Untuk mendukung proses diagnosis hingga penanganan yang komprehensif, Mayapada Hospital memiliki Cardiovascular Center dengan tim dokter multidisiplin, fasilitas diagnostik seperti EKG, USG jantung, CT Scan, MRI jantung, dan Cath Lab, serta Cardiac Advisor yang mendampingi pasien selama menjalani rangkaian perawatan jantung untuk memperoleh informasi yang jelas dan koordinasi layanan yang lebih terintegrasi.

Apabila keluhan disertai nyeri dada, Chest Pain Unit menyediakan evaluasi awal untuk mengetahui penyebabnya, dengan pemeriksaan GRATIS apabila keluhan tidak berkaitan dengan gangguan jantung, sesuai ketentuan yang berlaku. Layanan ini terintegrasi dengan Cardiac Emergency 24/7 dan didukung dokter spesialis jantung standby on-site, khususnya di Mayapada Hospital area Jakarta, Tangerang, Bogor, dan Surabaya. Untuk memudahkan akses kegawatdaruratan, Mayapada Hospital Jakarta Selatan dan Mayapada Hospital Kuningan juga menyediakan ambulans GRATIS bagi pasien dalam radius kurang dari 10 km dari rumah sakit.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Internasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia