Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Internasional

Sosok Anak Netanyahu yang Dievakuasi Takut Dibunuh, Dicap Hedonis

NadiKabar Biro
Sosok Anak Netanyahu yang Dievakuasi Takut Dibunuh, Dicap Hedonis
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Sosok Anak Netanyahu yang Dievakuasi Takut Dibunuh, Dicap Hedonis.

JAKARTA — Putra Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Yair Netanyahu, diungsikan dari Florida, Amerika Serikat, ke ke negaranya.

Evakuasi itu dilakukan dinas keamanan Israel Shin Bet karena ketakutan akan ancaman pembunuhan terhadapnya oleh Iran.

Melansir dari Jerusalem Post, Shin Bet mengonfirmasi mengenai kebenaran kabar tersebut.

"Memang terdapat ancaman serius yang membahayakan keselamatan Yair Netanyahu. Oleh karena itu, setelah dilakukan penilaian situasi, diputuskan untuk segera mengevakuasi dirinya beserta tim pengawalnya kembali ke Israel," demikian pernyataan Shin Bet.

Keberadaan Yair di Florida pernah dipersoalkan para anggota DPR (Knesset) Israel. Dia meninggalkan Israel sejak Maret 2023.

Saat itu, publik Israel sedang ramai membahas isu Yair dilarang ayahnya untuk mengunggah apapun di media sosial karena unggahannya mengobarkan ketegangan di Israel dikutip Arab News.

Yair dilaporkan tinggal di kondominium mewah dengan biaya mahal di Florida. Ini menjadi pembahasan parlemen Israel atau Knesset.

Anggota Knesset, Naama Lazimi, dari kubu oposisi Partai Demokrat Israel melontarkan pernyataan yang menyoroti kunjungan ibu dari Yair yakni Sara ke Florida. Sara menjenguk anaknya itu.

"Saya ingin bertanya tentang istri Perdana Menteri, Sara Netanyahu, yang tinggal di luar negeri selama dua bulan. Saya mau bertanya siapa yang membiayai hal ini, berapa biayanya, dan dari anggaran mana pembiayaan itu diambil?" ucap Lazimi dalam rapat pada Minggu (23/2) waktu setempat.

Kemudian Lazimi bertanya soal Yair.

"Saya ingin bertanya tentang putra Perdana Menteri, Yair Netanyahu. Tahun lalu, sebuah artikel menyebut bahwa biaya pengawal keamanannya mencapai sekitar NIS 2,5 juta (Rp 11,4 miliar) per tahun," sebutnya.

"Saya ingin bertanya apakah jumlah ini masih dianggarkan dan apakah masih ada niat untuk membiayai masa tinggal anak Perdana Menteri karena memukul Perdana Menteri dan dipaksa pergi ke luar negeri karena dia merusak simbol kekuasaan?" tanya Lazimi lebih lanjut dikutip Times of Israel.

Pada 2018, dalam kondisi mabuk, Yair juga pernah mengoceh bahwa ayahnya punya kesepakatan gas senilai miliaran dollar AS yang dia manfaatkan untuk penari telanjang.

Rekaman memalukan Yair Netanyahu, yang diterbitkan oleh kantor berita Hadashot, mengguncang sistem politik Israel.

"Bro, kau harus membantuku. Ayahku membuat kesepakatan luar biasa untuk ayahmu, bro. Dia berjuang, berjuang di Knesset untuk ini, bro," kata Yair Netanyahu dalam rekaman yang beredar.

Yair Netanyahu melanjutkan: "Bro, ayahku baru saja mengatur pertunjukan senilai 20 miliar dolar untukmu dan kau bahkan tidak bisa memberiku 400 shekel (116 dolar AS)?"

Kantor berita Hadashot melaporkan bahwa percakapan tersebut berlangsung di dalam mobil lapis baja yang disediakan oleh Kantor Perdana Menteri dan dikemudikan oleh seorang pengemudi yang juga dibiayai negara.

Seorang petugas keamanan Shin Bet juga bersama kelompok tersebut sepanjang malam. Pekan sebelumnya, Yoram Cohen, mantan kepala dinas keamanan internal Shin Bet, mengungkapkan bahwa ia telah merekomendasikan untuk tidak menyediakan pengawal tetap yang dibiayai negara untuk kedua putra perdana menteri, tetapi rekomendasinya ditolak.

Anggota Knesset dari partai Meretz, Tamar Zandberg, di Knesset, mengatakan.

"Sungguh menjijikkan. 'Teman-teman,' hedonisme, kesombongan, perasaan memiliki uang publik, penghinaan dan upaya untuk memperlakukan wanita, serta 'kesenangan' membeli seks. Jijik," cuit Tamar Zandberg, setelah siaran tersebut.

"Tidak, Netanyahu. Setiap orang tua yang saya kenal akan merasa malu dan bertanya pada diri sendiri apa tanggung jawabnya karena mendidik anak-anaknya dengan moral yang begitu rendah," cuit anggota parlemen Partai Persatuan Zionis, Stav Shapir.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Internasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia