Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Internasional

Terdampak Karhutla RI, Kualitas Udara Malaysia Masuk Kategori Bahaya

NadiKabar Biro
Terdampak Karhutla RI, Kualitas Udara Malaysia Masuk Kategori Bahaya
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Terdampak Karhutla RI, Kualitas Udara Malaysia Masuk Kategori Bahaya.

JAKARTA — Indeks kualitas udara Malaysia masuk kategori bahaya imbas asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia.

Menurut Sistem Manajemen Indeks Polutan Udara Malaysia (APIMS) empat wilayah di negara bagian Sarawak masuk dalam kategori "bahaya" per Senin (31/8) pukul 20.00 waktu setempat.

Malaysia mengklasifikasikan angka 0-50 sebagai kualitas udara sehat, 50-100 masuk kategori sedang, 101-200 tak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, dan di atas 300 masuk dalam kategori bahaya.

Wilayah dengan kualitas udara berbahaya yakni Seran dengan indeks 433, Kuching dengan 381, Samarahan dengan 352, dan Sri Aman dengan 339.

APIMS juga mencatat empat wilayah di Sarawak masuk kategori "sangat tak sehat (very unhealthy)." Wilayah tersebut mencakup Sarikei dengan API 294, Sibu dengan 257, Mukah dengan 219, Samalaju dengan 207.

Sementara itu, terdapat 13 wilayah yang masuk kategori "tak sehat (unhealthy)." Wilayah itu di antaranya Bintulu dengan API 184, ILP Miri dengan 179, Miri 179, Kapit 170, Labuan 166, Limbang 162, dan Kota Kinabalu 156.

Selain itu, ada Kimanis 154, Sungapi Petani 153, Seberang Perai 151, Keningau 140 dan Seberang Jaya 136.

Kabut asap mengepung sejumlah wilayah di Malaysia menyusul kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Kementerian Kesehatan Malaysia mengimbau masyarakat yang terdampak untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan kala indeks udara melebihi 100. Mereka juga menyarankan warga segera memeriksakan diri jika mengalami sesak napas atau batuk berkepanjangan.

Sebagai tanggapan karhutla, kementerian memperkuat pengawasan terhadap penyakit terkait kabut asap, meningkatkan kesiapan fasilitas kesehatan, pasokan obat-obatan, dan tenaga medis.

Malaysia jalu menggunakan jalur ASEAN untuk mengatasi masalah tersebut. Bagi mereka kabut asap adalah masalah kawasan.

Sementara itu, pihak berwenang Indonesia telah melakukan berbagai cara untuk mengatasi Karhutla ini. Pemadam kebakaran, badan penanggulangan bencana, militer hingga polisi dikerahkan untuk saling bekerja sama memadamkan api dan titik api. Indonesia juga melakukan operasi mofidikasi cuaca (OMC) untuk mengkondisikan awan agar bisa hujan.

Senada, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura untuk tidak saling menyalahkan terkait dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla)

Plt Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BNPB Berton Pandjaitan mengatakan karhutla tak mengenal batas administrasi maupun batas negara. Penanganan karhutla butuh tindakan bersama.

"Jadi pendekatan kita bukan saling menyalahkan, tetapi bagaimana masing-masing negara melakukan upaya maksimal di wilayahnya dan bersama-sama mengurangi dampak asap lintas batas," ujar Berton dalam keterangan tertulis, akhir pekan lalu.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Internasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia