Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Internasional

Thailand Siaga, 5.000 Marinir AS Liburan di Pattaya usai Perangi Iran

NadiKabar Biro
Thailand Siaga, 5.000 Marinir AS Liburan di Pattaya usai Perangi Iran
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Thailand Siaga, 5.000 Marinir AS Liburan di Pattaya usai Perangi Iran.

JAKARTA — Sekitar 5.000 marinir dan pelaut Amerika Serikat tiba di Pattaya, Thailand, setelah 250 hari lebih bertugas di perairan Timur Tengah untuk berperang melawan Iran.

South China Morning Post (SCMP) melaporkan para kru kapal induk USS Abraham Lincoln akhirnya menginjak daratan pasca berbagai laporan menyebutkan kondisi mereka di atas kapal yang memburuk imbas perang yang berkepanjangan.

Ribuan marinir dan pelaut AS ini akan berada di Pattaya selama kurang lebih empat hari sebelum pulang ke kampung halaman.

Rekor penugasannya kru USS Abraham Lincoln selama sembilan setengah bulan di laut memunculkan kabar tentang kondisi hidup yang buruk, tekanan terhadap kesehatan mental, hingga kekurangan pasokan.

"Kedatangan kami di Laem Chabang memberikan kesempatan yang layak bagi para pelaut dan marinir kami untuk beristirahat dan memulihkan tenaga," kata Laksamana Muda Robert Loughran, komandan Carrier Strike Group 3, dalam sebuah pernyataan.

"Apa yang telah dicapai kelompok tempur ini benar-benar bersejarah. Saya sangat bangga atas profesionalisme dan keahlian luar biasa yang ditunjukkan setiap anggota tim ini selama menjalankan operasi."

Malam pertama di daratan ini banyak dihabiskan para marinir AS tersebut untuk menikmati kebebasan keluar kapal.

"Saya akan bersantai, pelan-pelan," kata seorang pelaut muda yang mengenakan kaus Angkatan Laut AS berwarna biru dan kusut.

Ia tidak menyebutkan namanya saat mengambil sejumlah uang tunai dari ATM. "Tapi ini pertama kalinya saya ke Pattaya, jadi kita lihat saja."

Sementara itu, pihak berwenang Thailand mengerahkan tambahan personel polisi untuk memastikan masa liburan marinir AS ini berlangsung lancar. Para personel AS ini juga telah diingatkan oleh komandan mereka untuk menghindari kawasan kota yang dianggap rawan serta menjauhi penggunaan ganja yang dijual secara terbuka.

Wali Kota Pattaya bahkan menerapkan jam malam ketat bagi para pelaut AS ini. Pemerintah kota juga mengimbau ribuan personel AS ini untuk menghindari 'distrik merah'.

Pattaya, kota resor pantai di Thailand timur, terkenal akan pariwisatanya termasuk sex-tourism. Namun belakangan kota ini mengalami penurunan turis, sebagian karena kemerosotan ekonomi buntut perang AS vs Iran.

Warga setempat pun berharap kedatangan pelaut dan marinir AS dapat menjadi angin segar bagi perekonomian Pattaya.

"Saya senang para pelaut akan berada di sini untuk meningkatkan perekonomian lokal kami. Kota kami sangat sepi, dengan jumlah pengunjung lebih sedikit tahun ini," kata Presiden Asosiasi Bisnis dan Pariwisata Pattaya, Bhunanan Patanasin.

Pada akhir pekan, polisi Thailand menangkap 25 pekerja seks komersial (PSK) yang beroperasi di tepi pantai. Kedatangan para kru kapal memang disambut terutama oleh PSK Pattaya.

Pattaya sudah lama menjadi pusat kehidupan malam di Thailand. Wilayah ini juga surga ganja setelah pemerintah melonggarkan aturan ketat terkait narkotika tersebut.

Kendati demikian, otoritas mewanti-wanti bahwa para awak telah diperingatkan dengan tegas untuk menjauhi narkoba dan daerah lokalisasi.

"Kami berdiskusi dengan perwakilan mereka mengenai pembatasan ganja, serta area-area tertentu yang dilarang keras dimasuki setelah matahari terbenam," kata Wali Kota Pattaya Poramet Ngampichet.

"Beberapa (awak) akan menginap di hotel-hotel Pattaya, sementara yang lain akan kembali ke kapal," ucapnya.

Polisi Thailand juga disebut telah diberi arahan mengenai cara menangani insiden apa pun yang mungkin terjadi secara sensitif saat para kru Lincoln mengunjungi bar dan klub untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Internasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia