Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

1.190 telur penyu infertil hasil temuan di Sambas dimusnahkan

NadiKabar Biro
1.190 telur penyu infertil hasil temuan di Sambas dimusnahkan
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait 1.190 telur penyu infertil hasil temuan di Sambas dimusnahkan.

Pontianak - Balai Pengelolaan Kelautan dan Perikanan (Balai PK) Pontianak memusnahkan sebanyak 1.190 butir telur penyu hasil temuan di Sambas yang dinyatakan infertil atau tidak dapat dibuahi dan ditetaskan sebagai bagian dari upaya perlindungan satwa yang dilindungi penuh.

"Kami sebagai Balai PK Pontianak melaksanakan kegiatan pemusnahan sebanyak 1.190 butir telur penyu infertil. Artinya, telur penyu tersebut tidak dapat ditetaskan dan tidak dapat dibuahi," kata Ketua Tim Kerja Pengelolaan Konservasi Spesies dan Genetik Balai PK Pontianak Deden Solihin, di Pontianak, Sabtu.

Sementara itu, sebanyak 96 butir telur penyu lainnya masih ditempatkan di lokasi inkubasi untuk mendapatkan penanganan hingga proses penetasan.

Ia mengatakan, pemusnahan tersebut merupakan tindak lanjut dari peralihan kewenangan pengelolaan konservasi berdasarkan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2024, dengan kewenangan yang kini berada di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Menurut Deden, kolaborasi lintas instansi penting dilakukan untuk memastikan penanganan telur penyu berjalan sesuai ketentuan konservasi, sekaligus memperkuat pengawasan terhadap keberadaan satwa yang terancam punah tersebut.

Deden mengimbau masyarakat, untuk ikut menjaga keberlangsungan populasi penyu dengan tidak mengambil, memperjualbelikan, maupun memanfaatkan bagian dari satwa dan telurnya.

Di tempat yang sama, Marine Megafauna Specialist Sealife Indonesia drh Dwi Suprapti menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap telur penyu yang sejauh ini dinilai memiliki banyak manfaat dan khasiat untuk stamina manusia adalah mitos.

Ia mengatakan secara ilmiah sudah ada kajian-kajian terkait kandungan telur penyu yang sebenarnya hampir sama dengan telur ayam.

"Justru kandungan kolesterol telur penyu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan telur ayam," kata Dwi.

Karena menurutnya, telur penyu merupakan hewan yang bermigrasi cukup jauh serta berumur panjang. Sehingga tubuh penyu otomatis membawa pencemaran yang berpotensial penyakit, seperti logam berat yang ia bawa dalam tubuhnya.

"Jika sudah berakumulasi cukup banyak bisa menurun ke telurnya berupa merkuri, kadmium, timbal atau timah hitam. Itu bisa berpindah dari induk ke telurnya, dan pindah ke manusia yang otomatis berisiko penyakit ginjal dan hati pada manusia," ujarnya.

Dwi mengingatkan sebaiknya masyarakat tidak konsumsi telur penyu, yang justru lebih sehat telur ayam karena ayam bisa dikontrol wilayah hidup dan umurnya juga pendek, sehingga potensi pencemaran dalam tubuhnya kecil.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia