Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

334 Siswa dan Guru di Agam Sumbar Keracunan MBG

NadiKabar Biro
334 Siswa dan Guru di Agam Sumbar Keracunan MBG
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait 334 Siswa dan Guru di Agam Sumbar Keracunan MBG.

JAKARTA — Sebanyak 334 orang penerima manfaat makanan MBG di Kecamatan Palupuh Kabupaten Agam Sumatera Barat, mengalami keracunan dan menjalani perawatan medis.

Camat Palupuh, Nong Rianto Dt Maruhum mengatakan, korban keracunan setelah santap siang MBG, berasal dari tiga nagari yang ada di Kecamatan Palupuh.

"Korban tidak hanya dari satu daerah, tapi tiga nagari. Nagari yang terdampak di Palupuh, Nagari Nan Limo, Pasia Laweh, dan Koto Rantang. Totalnya (sementara) 334 orang," katanya kepada wartawan.

Para penerima manfaat diduga keracunan pada Selasa (1/9) sekira pukul 10.00 WIB. Murid sekolah mengalami gejala demam, pusing, mual, muntah hingga diare dan langsung dilarikan ke Puskesmas Palupuh.

"Anak-anak ini mengonsumsi MBG pada Senin (31/8) lalu dan tidak ada kendala. Namun pada Selasa (1/9) sekira pukul 10.00 WIB lebih, mulai merasakan gejala keracunan, tapi saya tidak bisa memastikan apakah itu akibat mengonsumsi MBG," sebut Jonnedi, Kepala SD Negeri 08 Nan Limo, salah satu lokasi yang murid sekolah mengalami keracunan.

Di sekolah tersebut awalnya ada 21 anak yang merasakan gejala keracunan. Namun, jumlahnya bertambah pada hari ini, menjadi 54 siswa. Hingga kini, para siswa masih berobat di Puskesmas.

"Kalau yang dirawat tidak ada, cuma berobat saja ke puskesmas. Kalau kemarin ada 21 siswa, hari ini menjadi 54 orang," tambahnya.

Sesuai data sementara yang ada di kecamatan, 334 orang yang mengalami keracunan tersebut terdiri dari 274 dari siswa SD se Kecamatan Palupuh dan 19 orang guru SD. Lalu ada 40 siswa dari SMPN 1 Palupuh, dan dua orang guru sekolah tersebut.

Saat ini, seluruh korban terdampak dilarikan ke Puskesmas Palupuh dan rumah sakit di Bukittinggi.

Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal membenarkan adanya kasus dugaan keracunan MBG tersebut. Menurutnya, saat ini Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait MBG yang dikonsumsi tersebut.

"Benar adanya terkait dugaan keracunan, kita menduga setelah mengkonsumsi makanan dari dapur MBG yang ada di Palupuh," ucap Iqbal kepada wartawan.

"Saat ini antara Dinas Kesehatan dan BPOM sudah kordinasi untuk investigasi memastikan penyebabnya," jelasnya.

Wali Nagari Koto Rantang, Novri Agus Parta Wijaya, mengatakan bahwa MBG tersebut berasal dari satu dapur di Palupuh.

Nama dapur tersebut yakni Yayasan Affa Adicitta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam

Pemerintahan Kabupaten Agam meminta dapur SPPG di Palupuh berhenti beroperasi sementara waktu. Penghentian beroperasi sementara ini, diminta selama proses investigasi penyebab dugaan keracunan berlangsung.

"Untuk sementara, kita meminta agar dapur MBG tidak beroperasi dulu sampai hasil investigasi keluar," kata Wabup Iqbal.

Ia menyebut, hasil investigasi yang dilakukan oleh dua instansi tersebut diperkirakan akan keluar dalam seminggu ke depan.

"Perkiraan hasil keluar dalam satu minggu," tegas Wabup Agam.

Sementara saat ditanya, apakah Pemkab Agam memberlakukan dugaan keracunan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), Iqbal menyebut belum bisa memastikan.

Sebab, pihak Pemkab Agam akan memastikan hasil investigasi penyebab dugaan keracunan usai menyantal MBG di Palupuh terlebih dahulu.

"Kita menunggu hasil investigasi dari BPOM dan dinas terkait terlebih dahulu," tambahnya

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia