Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

5 Olahraga terbaik untuk bantu menambah tinggi badan

NadiKabar Biro
5 Olahraga terbaik untuk bantu menambah tinggi badan
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait 5 Olahraga terbaik untuk bantu menambah tinggi badan.

Jakarta - Memiliki tubuh tinggi sering dianggap sebagai salah satu tanda pertumbuhan yang baik. Tidak heran, banyak orang tua maupun remaja mencari cara untuk membantu memaksimalkan tinggi badan, salah satunya dengan rutin berolahraga.

Beberapa jenis olahraga seperti berenang, basket hingga lompat tali sering disebut-sebut dapat membuat tubuh menjadi lebih tinggi. Namun, benarkah olahraga tertentu bisa secara langsung menambah tinggi badan?

Faktanya, tidak ada olahraga yang bisa menjamin seseorang menjadi lebih tinggi. Tinggi badan dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama genetik, nutrisi, hormon, kesehatan, dan proses pertumbuhan. Meski begitu, aktivitas fisik secara rutin tetap penting untuk mendukung kesehatan tulang dan tumbuh kembang anak serta remaja.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan anak dan remaja usia 5-17 tahun melakukan rata-rata setidaknya 60 menit aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat setiap hari. Aktivitas yang memperkuat tulang dan otot juga dianjurkan setidaknya tiga hari dalam seminggu.

Berikut beberapa olahraga yang bisa menjadi pilihan untuk membantu menjaga tubuh tetap aktif selama masa pertumbuhan.

Berenang menjadi salah satu olahraga yang sering dikaitkan dengan pertumbuhan tinggi badan. Gerakan berenang melibatkan hampir seluruh bagian tubuh, termasuk otot tangan, kaki, punggung dan perut.

Olahraga ini juga dapat membantu meningkatkan kebugaran serta koordinasi tubuh. Namun, perlu diluruskan bahwa berenang tidak secara khusus membuat tulang menjadi lebih panjang.

Manfaat utamanya adalah membantu anak dan remaja tetap aktif serta mendukung perkembangan fisik secara keseluruhan. WHO memasukkan aktivitas fisik seperti olahraga dan permainan sebagai bagian penting dari pola hidup sehat anak dan remaja.

Basket melibatkan banyak gerakan seperti berlari, melompat, mengubah arah dan menggunakan otot tubuh secara aktif. Aktivitas tersebut membuat olahraga ini cukup baik untuk melatih kekuatan otot dan kesehatan tulang.

Meski gerakan melompat sering dianggap bisa "memanjangkan" tulang, sebenarnya tidak demikian. Basket tidak bisa membuat seseorang melewati potensi tinggi badan alaminya.

Namun, olahraga ini tetap bermanfaat bagi anak dan remaja karena aktivitas yang memperkuat tulang dan otot memang dianjurkan selama masa pertumbuhan.

Lompat tali merupakan olahraga sederhana yang bisa dilakukan di rumah maupun di luar ruangan. Gerakannya membuat tubuh terus aktif sekaligus memberikan latihan pada kaki dan otot tubuh bagian bawah.

Selain membantu kebugaran, aktivitas yang melibatkan beban tubuh dan gerakan berulang dapat mendukung kesehatan tulang. Karena itu, lompat tali bisa menjadi salah satu pilihan aktivitas fisik bagi anak dan remaja, selama dilakukan sesuai kemampuan dan dengan teknik yang aman.

Tidak perlu memaksakan diri melakukan lompatan dalam jumlah sangat banyak. Konsistensi dan aktivitas yang menyenangkan justru lebih penting.

Berlari merupakan aktivitas sederhana yang tidak membutuhkan banyak peralatan. Olahraga ini dapat membantu meningkatkan kebugaran jantung dan paru-paru sekaligus memperkuat otot kaki.

Berlari juga termasuk aktivitas aerobik yang dapat membantu memenuhi rekomendasi aktivitas fisik harian anak dan remaja.

Namun, sama seperti olahraga lainnya, berlari tidak secara langsung membuat tulang bertambah panjang. American Academy of Pediatrics (AAP) menjelaskan bahwa olahraga rutin penting untuk perkembangan fisik normal dan dapat membantu membuat tulang lebih kuat dan padat, tetapi olahraga yang sangat berat tidak terbukti membuat anak tumbuh lebih cepat atau lebih besar.

Bersepeda juga bisa menjadi pilihan olahraga untuk anak dan remaja. Selain menyenangkan, aktivitas ini melatih otot kaki, keseimbangan, koordinasi dan daya tahan tubuh.

Bersepeda dapat dilakukan sebagai olahraga maupun bagian dari aktivitas sehari-hari. WHO memasukkan bersepeda sebagai salah satu bentuk aktivitas fisik yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan.

Agar tetap aman, gunakan sepeda yang sesuai ukuran tubuh dan perlengkapan keselamatan yang diperlukan. Hindari memaksakan jarak atau intensitas latihan jika tubuh belum terbiasa.

Jadi, apakah olahraga benar-benar bisa menambah tinggi badan?

Jawabannya adalah olahraga tidak bisa secara langsung menambah tinggi badan melebihi potensi pertumbuhan alami seseorang.

Selama masa pertumbuhan, tulang panjang memiliki area yang disebut lempeng pertumbuhan atau growth plate. Area inilah yang berperan dalam pertumbuhan tulang. Lempeng pertumbuhan secara bertahap berubah menjadi tulang ketika seseorang menyelesaikan masa pertumbuhan.

Karena itu, olahraga sebaiknya dipandang sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang membantu mendukung pertumbuhan dan perkembangan, bukan sebagai cara instan untuk menambah tinggi badan.

Selain rutin bergerak, anak dan remaja juga membutuhkan pola makan bergizi seimbang dan tidur yang cukup. Kombinasi berbagai kebiasaan sehat tersebut membantu tubuh memperoleh kondisi yang baik untuk tumbuh dan berkembang.

Yang tidak kalah penting, jangan memaksakan latihan dengan intensitas berlebihan demi mengejar tinggi badan. Cedera pada lempeng pertumbuhan dapat terjadi, terutama akibat benturan atau penggunaan berlebihan.

Jadi, jika ingin mendukung pertumbuhan, tidak perlu terpaku pada satu olahraga tertentu. Pilih aktivitas yang disukai dan bisa dilakukan secara rutin, seperti berenang, basket, lompat tali, berlari atau bersepeda.

Tujuan utamanya bukan mengejar angka tinggi badan tertentu, melainkan menjaga tubuh tetap aktif, kuat dan sehat selama masa pertumbuhan.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia