Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

9 cara mengatasi bibir kering dan pecah-pecah saat kemarau

NadiKabar Biro
9 cara mengatasi bibir kering dan pecah-pecah saat kemarau
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait 9 cara mengatasi bibir kering dan pecah-pecah saat kemarau.

Jakarta - Musim kemarau identik dengan cuaca yang lebih panas, paparan sinar matahari yang lebih sering, serta udara yang cenderung kering. Kondisi tersebut tidak hanya membuat tubuh lebih cepat merasa haus, tetapi juga bisa membuat kulit kehilangan kelembapan, termasuk pada bagian bibir.

Bibir yang kering biasanya terasa kasar, pecah-pecah, mengelupas, atau bahkan terasa perih. Kondisi ini terjadi karena bibir lebih rentan kehilangan kelembapan dibandingkan bagian kulit lainnya. Paparan sinar matahari, udara kering, kebiasaan menjilat bibir, hingga kurangnya perawatan dapat membuat kondisi tersebut semakin parah.

Kabar baiknya, bibir kering saat musim kemarau umumnya bisa dicegah dengan perawatan sederhana. Lantas, apa saja yang bisa dilakukan?

1. Gunakan lip balm secara rutin

Salah satu cara paling sederhana untuk menjaga bibir tetap lembap adalah menggunakan lip balm. Produk pelembap bibir dapat membantu menjaga kelembapan sekaligus memberikan lapisan perlindungan pada permukaan bibir.

American Academy of Dermatology (AAD) menyarankan penggunaan lip balm atau petroleum jelly untuk membantu menjaga bibir tetap terhidrasi.

Tidak perlu menunggu sampai bibir terasa kering. Lip balm bisa digunakan secara rutin, terutama sebelum beraktivitas di luar ruangan dan sebelum tidur.

2. Pilih lip balm dengan SPF

Paparan sinar matahari bukan hanya berpengaruh pada kulit wajah dan tubuh. Bibir juga perlu mendapatkan perlindungan dari sinar ultraviolet.

Saat berada di luar ruangan, pilih lip balm yang memiliki perlindungan SPF 30 atau lebih. AAD merekomendasikan lip balm dengan SPF minimal 30 untuk membantu melindungi bibir dari paparan sinar matahari.

Penggunaan dapat diulang secara berkala, terutama setelah makan atau ketika banyak berkeringat.

3. Jangan menjilat bibir terlalu sering

Ketika bibir terasa kering, menjilat bibir mungkin terasa seperti solusi cepat. Padahal, kebiasaan tersebut justru dapat membuat bibir semakin kering.

Air liur memang membuat bibir terasa basah untuk sementara, tetapi setelah menguap kelembapan pada permukaan bibir ikut berkurang. Akibatnya, bibir bisa kembali terasa kering dan membuat seseorang terus mengulang kebiasaan tersebut.

Daripada menjilat bibir, lebih baik gunakan lip balm untuk memberikan kelembapan.

Menjaga tubuh tetap terhidrasi juga penting selama musim kemarau. Ketika cuaca panas, tubuh dapat kehilangan cairan melalui keringat sehingga kebutuhan cairan perlu diperhatikan.

Minumlah air secara teratur dan jangan menunggu sampai merasa sangat haus. Mayo Clinic juga menyarankan konsumsi air atau minuman tanpa kafein ketika merasa haus untuk membantu menjaga hidrasi tubuh.

Namun, bibir kering tidak selalu berarti tubuh sedang kekurangan cairan. Faktor lingkungan, paparan matahari, kebiasaan, dan produk yang digunakan pada bibir juga bisa menjadi penyebab.

5. Hindari produk yang membuat bibir terasa perih

Tidak semua produk bibir cocok untuk setiap orang. Jika setelah menggunakan lip balm tertentu bibir justru terasa terbakar, perih, atau semakin kering, sebaiknya hentikan pemakaian.

Untuk kulit yang sedang kering atau sensitif, dermatolog menyarankan memilih produk yang lembut dan bebas pewangi. Bahan tertentu dalam produk perawatan dapat mengiritasi kulit yang sudah mengalami kekeringan.

Untuk perawatan sederhana, produk dengan kandungan seperti petrolatum atau petroleum jelly dapat menjadi pilihan untuk membantu mempertahankan kelembapan bibir.

6. Jangan mengelupas kulit bibir secara paksa

Bibir yang kering biasanya membuat kulit mengelupas. Rasanya memang menggoda untuk menarik atau mengupas bagian kulit tersebut, tetapi kebiasaan ini sebaiknya dihindari.

Mengelupas kulit secara paksa dapat menyebabkan iritasi dan membuat permukaan bibir lebih mudah terluka. Biarkan kulit terlepas secara alami sambil menjaga kelembapannya menggunakan produk yang sesuai.

7. Lindungi bibir saat beraktivitas di luar

Kalau harus beraktivitas di bawah terik matahari, jangan hanya mengandalkan lip balm. Topi yang dapat memberikan bayangan pada wajah juga bisa membantu mengurangi paparan langsung sinar matahari.

Usahakan pula mencari tempat teduh ketika matahari sedang terik. Perlindungan dari sinar matahari menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan kulit, termasuk area bibir.

8. Perhatikan kebiasaan bernapas lewat mulut

Bibir juga bisa lebih cepat kering ketika seseorang sering bernapas melalui mulut. Kondisi ini dapat terjadi, misalnya, ketika hidung sedang tersumbat.

Mayo Clinic menyarankan bernapas melalui hidung, bukan mulut, untuk membantu mengurangi kondisi mulut dan bibir yang kering.

Jika kebiasaan bernapas melalui mulut terus terjadi karena masalah hidung atau kondisi lain, sebaiknya konsultasikan penyebabnya kepada tenaga kesehatan.

9. Gunakan pelembap sebelum tidur

Malam hari bisa menjadi waktu yang tepat untuk memberikan perhatian ekstra pada bibir. Setelah membersihkan wajah, aplikasikan lip balm atau petroleum jelly pada bibir sebelum tidur.

AAD menyebut petroleum jelly dapat digunakan sepanjang hari dan sebelum tidur untuk membantu menjaga kelembapan bibir.

Dengan begitu, bibir mendapatkan waktu yang lebih panjang untuk tetap terlindungi selama beristirahat.

Kapan bibir kering perlu diperiksa?

Bibir kering umumnya dapat membaik dengan perawatan sederhana. Namun, jika bibir terus-menerus kering, terasa sangat sakit, mengalami peradangan, pecah hingga menjadi luka, atau tidak kunjung membaik meski sudah dirawat, kondisi tersebut sebaiknya diperiksakan kepada tenaga kesehatan.

Mayo Clinic menyebut kulit yang sangat kering dapat mengalami retakan dan dalam kondisi tertentu meningkatkan risiko infeksi. Bibir yang terus mengalami kekeringan dan pecah-pecah juga dapat memiliki penyebab lain yang membutuhkan penanganan sesuai penyebabnya.

Pada dasarnya, menjaga bibir tetap nyaman selama musim kemarau tidak membutuhkan rutinitas yang rumit. Cukup perhatikan asupan cairan, gunakan pelembap bibir secara rutin, lindungi bibir dari sinar matahari, serta hindari kebiasaan yang dapat memperparah kekeringan, demikian mengutip berbagai sumber.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia