Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyatakan perseroan tetap menjaga loan to deposit ratio (LDR) pada kisaran 92-95 persen, terlepas dari ada atau tidak adanya penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh pemerintah.
LDR merupakan rasio yang mengukur seberapa besar dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun bank disalurkan menjadi kredit atau pembiayaan.
“Kita dari tahun ke tahun jaga LDR BTN in between 92 sampai 95 (persen). Ada atau tidak ada SAL, masuk atau SAL keluar, kita punya policy menjaga di 92 sampai 95 (persen),” kata Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu, di Jakarta, Jumat.
Nixon berharap, perbankan mulai menurunkan persaingan dalam perebutan dana khususnya deposito seiring dengan penurunan suku bunga SRBI serta jadwal penarikan dana SAL yang lebih terkelola.
Menurutnya, saat ini jadwal pengembalian dana SAL sudah lebih jelas, dengan sebagian dana bahkan baru akan dikembalikan hingga pertengahan tahun depan. Kondisi tersebut dipandang memberikan ruang yang lebih longgar bagi bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam mengelola likuiditas.
“Penempatan dananya kan sudah jadi kredit. Kita jadi punya waktu menghimpun dana, jadi tidak terburu-buru, tidak tertekan harus ngejar cepat untuk menggantikannya. Dan itu menyebabkan, mudah-mudahan ke depan suku bunga deposito, terutama yang terjadi di deposito, bisa mulai mengalami penurunan. Itu harapan kita,” kata dia lagi.
Dengan adanya perpanjangan jadwal pengembalian dana SAL, Nixon mengatakan perseroan memiliki waktu yang lebih panjang untuk mempersiapkan likuiditas. Meski demikian, perseroan tetap akan mengupayakan pengembalian dana sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
“Kita jadi lebih punya waktu menyiapkan likuiditas. Satu tahun kan lumayan. Jadi kita tetap akan mengupayakan pengembalian dananya sesuai jangka waktu, sudah pasti. Tapi kita juga senang bahwa ada penundaan karena itu memberikan ruang yang lebih longgar untuk menurunkan perang tanding perebutan deposito masyarakat,” ujar Nixon.
Menurutnya, BTN sendiri telah mempersiapkan likuiditas apabila sebagian dana SAL dikembalikan kepada pemerintah pada bulan ini, dengan nilai sekitar Rp5 triliun.
“Sebenarnya Juli kita sudah numpuk sampai Rp19 triliun. Nggak tahunya batal, senang, sih (batal ditarik pemerintah). Jadi kita lepas lagi, karena kan beban bunga, ya. Sekarang kita mulai tarik lagi pelan-pelan,” kata Nixon.
Hingga Juni 2026, kredit dan pembiayaan BTN secara konsolidasi tumbuh sebesar 11,2 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp418,11 triliun. Sementara dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 6,6 persen (yoy) mencapai Rp433,00 triliun.
Per Juni 2026, LDR BTN tercatat berada pada level 96,6 persen, meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 92,6 persen. Adapun NPL gross membaik ke level 3 persen, sementara cost of fund (CoF) terjaga pada kisaran 3,01 persen.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.