Lubuk Basung - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengusulkan seluas 1.000 hektare lahan sawah yang terlantar atau tidak diolah petani untuk diaktifkan kembali ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia pada 2027.
Kepala Dinas Pertanian Agam Heri Prasetyo Wibowo di Lubuk Basung, Minggu, mengatakan lahan terlantar yang diusulkan untuk dibuka kembali pada 2027 tersebar di beberapa kecamatan di Agam.
"Kita sudah mengusulkan pada tahun ini dan berharap direalisasikan Kementerian Pertanian pada tahun depan," katanya.
Ia mengatakan lahan sawah yang terlantar tersebut tidak dimanfaatkan apakah akibat terdampak bencana atau irigasinya yang rusak.
Dengan kondisi tersebut, lahan tertimbun material longsor dan petani kesulitan mendapatkan air untuk mengolah lahan mereka.
Untuk itu, diusulkan untuk dibuka dan pembangunan irigasi yang rusak ke kementerian, sehingga petani dengan mudah mendapatkan air untuk mengolah lahan.
"Dengan terbukanya lahan ini, maka menambah pendapatan petani dan produktifitas padi di Agam akan meningkat," kata dia.
Ia mengakui Pemkab Agam mendapatkan rehabilitasi sawah seluas 311 hektare pada 2026 dan lokasi ini merupakan yang terdampak bencana hidrometeorologi melanda daerah itu pada akhir 2025.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.