JAKARTA — Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengingatkan para kadernya agar tidak terlena dengan kekuasaan. Ia menilai jabatan memiliki batas waktu dan harus digunakan sepenuhnya untuk melayani masyarakat.
Hal itu ia sampaikan saat menyoroti dinamika perjalanan politik serta posisi Partai Demokrat yang kini berada di dalam lingkaran pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
AHY meminta seluruh kader, baik yang berada di eksekutif, legislatif, maupun kepala daerah untuk senantiasa peka dan jujur terhadap kenyataan yang dirasakan oleh rakyat di lapangan.
"Kita patut belajar dari 10 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, termasuk ketika pergantian kekuasaan berlangsung damai dan demokratis setelah dua periode. Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu," ujar AHY dalam Pidato Politik Peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat, di Kantor DPP Partai Demokrat, Sabtu (5/9).
Ia menegaskan keberadaan partai di pemerintahan bukan hanya merayakan kemenangan atau mengejar kursi semata, tetapi mengawal program strategis agar benar-benar berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
"Kebijakan yang sungguh baik bagi rakyat harus kita dukung dan kawal. Yang belum sempurna, kita bantu perbaiki. Dan kita harus tetap jujur terhadap kenyataan yang dirasakan rakyat. Sebab, yang kita perjuangkan bukan semata-mata keberhasilan satu partai. Yang kita perjuangkan adalah keberhasilan Indonesia," tegasnya.
Lebih lanjut, AHY turut berpesan kepada para kadernya agar senantiasa hadir memberikan kerja nyata di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dihadapi warga, mulai dari persoalan daya beli hingga ketersediaan lapangan kerja berkualitas.
"Jangan hanya hadir ketika kita membutuhkan suara rakyat. Hadirlah ketika rakyat membutuhkan kerja kita. Jangan tanyakan apa yang dapat kita peroleh dari politik. Tanyakan apa yang dapat kita berikan melalui politik," ungkap AHY.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.