Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Alcaraz menang mudah pada laga pembukanya di US Open

NadiKabar Biro
Alcaraz menang mudah pada laga pembukanya di US Open
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Alcaraz menang mudah pada laga pembukanya di US Open.

Jakarta - Carlos Alcaraz mengawali upayanya mempertahankan gelar US Open dengan kemenangan mudah atas Roman Safiullin 6-4, 6-4, 6-4 pada babak pertama di Arthur Ashe Stadium, New York, AS, Selasa WIB.

Petenis Spanyol yang menempati peringkat ketiga dunia itu tampil solid dalam laga yang berlangsung selama dua jam 22 menit, sekaligus menandai kembalinya dia ke kompetisi tunggal setelah absen sekitar empat bulan karena cedera pergelangan tangan.

"Saya mengalami lima bulan yang sangat sulit, jadi bisa kembali ke Arthur Ashe dan bertanding lagi. Saya tidak bisa memilih turnamen yang lebih baik untuk kembali selain US Open di New York," kata Alcaraz seusai pertandingan, dikutip dari ATP.

Alcaraz sebelumnya telah melakukan comeback kompetitif saat berpasangan dengan Serena Williams pada nomor ganda campuran US Open pekan lalu. Namun, pertandingan melawan Safiullin menjadi laga tunggal pertamanya sejak April.

Mengenakan penyangga putih di lengan kanannya, Alcaraz sempat tampil hati-hati pada awal pertandingan, terutama dalam melakukan servis dan pukulan forehand.

Namun, ia segera menemukan ritmenya dan membuat penonton di Arthur Ashe Stadium bergemuruh melalui pukulan forehand winner berkecepatan 95 mil per jam untuk mematahkan servis Safiullin pada gim ketujuh.

Alcaraz tidak menunjukkan tanda-tanda masalah fisik sepanjang pertandingan dan mampu mempertahankan keunggulannya hingga menyelesaikan laga dalam tiga set langsung.

"Saya punya sedikit keraguan mengenai pertandingan ini, saya tidak akan berbohong. Saya berpikir apakah saya bisa bertahan dalam pertandingan lima set, apakah saya bisa bermain empat atau lima set," ujar Alcaraz.

"Tetapi saya mencoba melupakan semuanya dan fokus pada hal-hal yang harus saya lakukan serta hal-hal yang ingin saya tingkatkan. Saya hanya berpikir, mari kita lihat apa yang akan terjadi dalam pertandingan."

Safiullin, yang dikenal memiliki pukulan agresif, sebenarnya memiliki sejumlah peluang untuk menekan Alcaraz. Petenis Rusia itu mendapatkan enam peluang break, tetapi hanya mampu mengonversi satu di antaranya.

Alcaraz berhasil menyelamatkan lima dari enam break point yang dihadapinya dan kembali menunjukkan kemampuannya meningkatkan permainan pada momen-momen krusial.

Kemenangan tersebut membuat Alcaraz memiliki catatan sempurna 8-0 di turnamen Grand Slam sepanjang 2026. Ia sebelumnya menjuarai Australian Open pada Januari dan melengkapi koleksi gelar Grand Slam dalam kariernya.

Alcaraz juga berpeluang menjadi petenis pertama sejak Roger Federer yang mampu mempertahankan gelar US Open. Federer menjadi juara di New York lima kali berturut-turut pada 2004 hingga 2008.

Pada babak kedua, Alcaraz akan menghadapi petenis Portugal Jaime Faria yang menyingkirkan wakil tuan rumah Jenson Brooksby.

"Level tenisnya pasti akan lebih baik. Namun, saya sangat senang dengan level permainan saya di pertandingan pertama setelah empat bulan," kata Alcaraz.

"Saya pikir saya bermain tenis dengan baik dan bangga dengan penampilan itu. Tetapi saya membutuhkan lebih banyak pertandingan untuk kembali mendapatkan ritme turnamen dan pertandingan. Saya yakin akan semakin baik setiap harinya."

Alcaraz mengatakan hal yang paling membuatnya bangga dari laga comeback tersebut adalah kemampuannya mengatasi tekanan mental, termasuk rasa gugup dan keraguan yang muncul setelah lama absen.

"Hal yang paling saya banggakan adalah mentalitas saya, bagaimana menghadapi semuanya, rasa gugup dan keraguan di kepala, lalu tetap melanjutkan pertandingan," ujar Alcaraz.

Let us reintroduce Carlos Alcaraz. pic.twitter.com/NGeTiKxdbl

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia