Jakarta - Pebulu tangkis tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting akan meramaikan persaingan BWF World Tour Super 100 Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, 1-6 September.
Kehadiran Ginting menjadi salah satu daya tarik turnamen yang diikuti 356 atlet dari 17 negara dan memperebutkan total hadiah 120.000 dolar AS (sekitar Rp2,1 miliar).
Pemain 30 tahun tersebut masih berupaya membangun kembali konsistensi penampilannya pada musim ini. Salah satu hasil terbaiknya adalah menembus semifinal Super 300 Swiss Open 2026 pada Maret setelah memulai turnamen dari babak kualifikasi.
Ginting kemudian mencapai babak 16 besar Super 300 Orleans Masters. Kemudian terhenti di babak pertama Super 500 Thailand Open sebelum kembali mencapai babak 16 besar pada Super 300 Malaysia Masters.
Pada Super 500 Australian Open, Juni, langkahnya terhenti pada babak pertama. Pun demikian pada turnamen terakhirnya di Super 300 Taipei Open pada akhir Juli lalu.
Di Pontianak, Ginting menjadi bagian dari kekuatan tunggal putra Indonesia bersama Prahdiska Bagas M. Shujiwo, Muhamad Yusuf, Richie Duta Richardo, Bismo Raya Oktora, Dendi Triansyah, dan Christian Adinata.
Mereka menghadapi persaingan antara lain dari H.S. Prannoy asal India dan Wang Po Wei dari Taiwan yang turut ambil bagian dalam turnamen tersebut.
Sementara pada tunggal putri, Indonesia menurunkan Thalita Ramadhani Wiryawan, Mutiara Ayu Puspitasari, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, Chiara Marvella Handoyo, dan Dalila Aghnia Puteri.
Persaingan juga melibatkan sejumlah nama Indonesia pada sektor ganda. Muhammad Rian Ardianto berpasangan dengan Daniel Edgar Marvino di ganda putra, sedangkan Lanny Tria Mayasari/Ester Nurumi Tri Wardoyo tampil di ganda putri.
Pada ganda campuran, Indonesia antara lain diperkuat Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu serta Rehan Naufal Kusharjanto/Melati Daeva Oktavianti.
Dejan/Apriyani datang dengan modal gelar juara dari Pontianak International Challenge 2026 yang berlangsung sebelum turnamen Super 100 tersebut.
Indonesia menjadi juara umum pada turnamen itu dengan tiga gelar melalui Dejan/Apriyani, tunggal putra Richie Duta Richardo, serta ganda putra Pulung Ramadhan/Wahyu Agung Prasetyo.
Turnamen tersebut diikuti peserta dari Indonesia, China, Hong Kong, Prancis, India, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Portugal, Singapura, Thailand, Taiwan, Amerika Serikat, Jerman, Vietnam, Kanada, dan Finlandia.
Indonesia menjadi negara dengan jumlah peserta terbanyak dengan 107 atlet, disusul Taiwan 79 atlet, India 34 atlet, China 29 atlet, dan Thailand 22 atlet.
Indonesia Masters Pontianak menjadi turnamen internasional kedua secara beruntun di kota tersebut setelah Pontianak International Challenge sekaligus menawarkan poin peringkat BWF yang lebih besar karena berstatus BWF World Tour Super 100.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.