Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

AS rilis rincian kesepakatan minyaknya dengan Venezuela

NadiKabar Biro
AS rilis rincian kesepakatan minyaknya dengan Venezuela
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait AS rilis rincian kesepakatan minyaknya dengan Venezuela.

New York City - Pemerintah Amerika Serikat (AS) pada Senin (31/8) merilis rincian kesepakatan minyaknya dengan Venezuela melalui sebuah lembar fakta yang dimuat di situs web Gedung Putih, setelah Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan tersebut.

Berdasarkan kesepakatan itu, otoritas sementara Venezuela memberikan konsesi selama 100 tahun kepada North American Blue Energy Partners (NABEP), sebuah perusahaan swasta yang juga produsen minyak swasta terbesar kedua di Venezuela, untuk mengelola 17 ladang minyak dengan cadangan terbukti (proven reserves) mencapai sekitar 65 miliar barel. Sebagai imbalannya, NABEP memberikan kepemilikan saham sebesar 35 persen kepada Office of Strategic Capital (OSC) yang berada di bawah Departemen Perang AS di perusahaan induknya.

NABEP juga memberikan hak untuk membeli dengan harga setara biaya produksi kepada Departemen Luar Negeri AS sebanyak 20 persen dari output seluruh ladang yang ada saat ini maupun di masa mendatang yang dioperasikannya, serta hak untuk mendapatkan penawaran lebih dulu (right of first refusal) terhadap 80 persen sisanya. Menurut lembar fakta tersebut, pemerintah AS memiliki hak veto atas penunjukan anggota mana pun di dalam jajaran direksi NABEP, sementara mayoritas anggota dewan direksi harus merupakan warga negara AS. Kesepakatan antara pemerintah AS dan NABEP tunduk pada hukum AS dan berada di bawah yurisdiksi pengadilan AS. Lembar fakta itu menyebutkan jutaan barel output minyak baru Venezuela akan diproses melalui kilang-kilang minyak AS dan dialirkan menggunakan rig pengeboran serta infrastruktur milik AS. Pemerintah AS menyatakan bahwa kesepakatan tersebut tidak akan membebani pembayar pajak di Amerika sama sekali. Trump dijadwalkan bertemu dengan jajaran direksi kilang minyak besar maupun kecil pada Selasa (1/9), ungkap sejumlah laporan pada Senin. Harga minyak mentah Brent melonjak sekitar 28 persen di tengah operasi militer AS terhadap Iran.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia