Washington - Departemen Perang Amerika Serikat (DOW) pada Senin mengumumkan peluncuran model kecerdasan buatan (AI) ChatGPT Mil untuk penggunaan aman dalam lingkungan militer.
“Departemen Perang hari ini meluncurkan ChatGPT Mil dari OpenAI, menandai kemampuan AI generasi terbaru yang tersedia di GenAI.mil, platform AI generatif utama milik Departemen,” kata DOW dalam siaran pers.
DOW mengatakan peluncuran tersebut merupakan tahap adopsi dari kemitraan antara Departemen Perang dan OpenAI yang dibentuk pada 2025.
ChatGPT Mil telah memperoleh otorisasi untuk menangani Informasi Tidak Terklasifikasi Terkendali (CUI) pada Impact Level 5 (IL5). Departemen menekankan model tersebut dirancang untuk penggunaan yang aman dan konsisten.
“Penerapan ini mempercepat tugas-tugas rutin dan membebaskan waktu untuk proyek yang lebih penting di seluruh Pasukan Gabungan,” kata DOW.
Departemen tersebut mengatakan integrasi ChatGPT Mil ke GenAI.mil, bersama kemampuan AI canggih lainnya, membentuk ekosistem AI multi-model untuk mendukung personel militer.
Dalam siaran pers terpisah, DOW juga mengumumkan peluncuran perdana Grok milik Starshield AI.
DOW mengatakan Grok untuk Pemerintah dari Starshield AI memperoleh otorisasi CUI dan IL5 yang sama seperti ChatGPT Mil.
“"AI Grok Starshield untuk Pemerintah memungkinkan Pasukan Gabungan menjalankan misi dengan lebih cepat dan presisi dalam berbagai konteks operasional,” kata DOW.
Menurut departemen tersebut, penggunaannya mencakup analisis riset pasar untuk personel pengadaan hingga pengelolaan rantai pasok bagi petugas logistik.
Pentagon berencana terus memperluas penggunaan AI generasi terbaru sebagai “pengganda kekuatan” di seluruh Pasukan Gabungan Amerika Serikat.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.