Jakarta - PT Asabri (Persero) membekali anggota Kepolisian Resor (Polres) Sambas, Kalimantan Barat, dengan literasi pengelolaan keuangan untuk memperkuat kesiapan finansial hingga masa purnabakti.
Kegiatan yang dilaksanakan Kantor Cabang Asabri Pontianak itu merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) melalui Pelatihan Pengelolaan Uang dan Dana Investasi (PUNDI).
"Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta mampu merencanakan kehidupan yang berkelanjutan setelah masa kedinasan, serta semakin bijak dalam mengelola keuangannya, sehingga kesejahteraan diri dan keluarga tetap terjaga di masa depan," kata Kepala Kantor Cabang Asabri Pontianak Supriyadi dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.
Menurut Supriyadi, pengelolaan keuangan dapat dimulai dengan mencatat arus kas, menyusun anggaran berdasarkan prioritas, mengelola kewajiban, serta menyiapkan dana untuk kebutuhan jangka panjang.
Perusahaan menilai pemahaman mengenai tata kelola keuangan perlu dibangun sejak peserta masih aktif berdinas agar persiapan menghadapi masa pensiun dapat dilakukan lebih terencana.
Selain pengelolaan keuangan pribadi dan keluarga, kegiatan tersebut memberikan pemahaman mengenai hak dan manfaat perlindungan yang dimiliki peserta.
Asabri mengelola program Tabungan Hari Tua (THT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKm), dan pensiun sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Berdasarkan Laporan Asabri Semester I 2025, jumlah peserta perusahaan mencapai 1.516.790 orang, terdiri atas 1.018.899 peserta aktif dan 497.790 peserta pensiun.
Pada periode yang sama, perusahaan telah melaksanakan 204 kegiatan sosialisasi yang diikuti 22.030 peserta.
Sepanjang 2025, perusahaan menyalurkan program THT kepada lebih dari 55 ribu penerima senilai lebih dari Rp1,51 triliun, Jaminan Kecelakaan Kerja kepada sekitar 4.500 penerima senilai lebih dari Rp99,6 miliar, Jaminan Kematian kepada lebih dari 8.400 ahli waris senilai lebih dari Rp167,8 miliar, serta pensiun kepada lebih dari 500 ribu penerima dengan nilai lebih dari Rp20,46 triliun.
Perusahaan menilai pemahaman mengenai program diperlukan agar peserta mengetahui hak perlindungan serta proses pengajuan manfaat ketika dibutuhkan.
Materi pengelolaan keuangan juga diarahkan menjadi bekal bagi peserta yang ingin tetap produktif setelah masa kedinasan, antara lain melalui kemampuan mengelola modal, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta melakukan pencatatan arus kas.
Pelaksana sementara Kepala Bagian Logistik Polres Sambas AKP Acep Burhan Kurnadi mengatakan kegiatan tersebut menambah pemahaman peserta mengenai manfaat Asabri sekaligus perencanaan keuangan.
"Kegiatan ini tentunya memberikan banyak manfaat dan pengetahuan bagi kami, khususnya mengenai bagaimana mengelola keuangan secara bijak, terencana, dan bertanggung jawab," ujar Acep.
Menurut dia, edukasi keuangan relevan bagi anggota Polri pada berbagai tahapan masa dinas, mulai dari anggota yang baru memasuki kedinasan hingga mereka yang mendekati masa pensiun.
Kepala Bidang Komunikasi Korporasi Asabri Kartika Rahmadayanti mengatakan edukasi literasi keuangan tersebut akan diperluas melalui jaringan kantor cabang perusahaan.
"Program ini secara paralel juga akan kami laksanakan melalui seluruh Kantor Cabang Asabri," ungkap Kartika.
Ia mengatakan kegiatan tersebut ditujukan agar peserta tidak hanya memahami manfaat perlindungan sosial yang dikelola perusahaan, tetapi juga memiliki kemampuan merencanakan keuangan untuk menghadapi masa purnabakti secara lebih mandiri.
PT Asabri (Persero) merupakan badan usaha milik negara (BUMN) yang mengelola program asuransi sosial bagi prajurit TNI, anggota Polri, serta aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Pertahanan dan Polri.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.