Canberra - Pihak berwenang di Australia Selatan (SA) pada hari Jumat melaporkan 46 kasus baru flu burung H5N1 yang terkonfirmasi, termasuk kasus pertama di Australia pada seekor lumba-lumba.
Departemen Industri Primer dan Daerah SA mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa lumba-lumba tersebut ditemukan di dekat kota Goolwa, 65 km selatan Adelaide.
Skye Fruean, kepala petugas dokter hewan di Australia Selatan, mengatakan kepada wartawan bahwa lumba-lumba itu kemungkinan tertular galur yang sangat patogen tersebut setelah memakan atau melakukan kontak dekat dengan burung liar yang terinfeksi.
"Kami mengetahui bahwa lumba-lumba sangat rentan, yang berarti mereka berisiko," ujarnya.
Sebuah laporan yang diterbitkan oleh Departemen Perubahan Iklim, Energi, Lingkungan Hidup dan Air Australia pada awal Agustus mencantumkan lumba-lumba biasa sebagai satwa dengan kemungkinan sangat tinggi terinfeksi flu burung.
Departemen Industri Primer dan Kawasan SA pada Jumat juga mengonfirmasi bahwa seekor rubah merah yang ditemukan di wilayah metropolitan Adelaide dinyatakan positif terinfeksi galur H5N1, menjadikannya kasus pertama yang terdeteksi pada mamalia darat di Australia.
Dua kasus sebelumnya pada mamalia hanya ditemukan pada anjing laut berbulu berhidung panjang yang juga ditemukan di SA.
Menteri Industri Primer dan Pembangunan Regional Negara Bagian SA Clare Scriven mengatakan otoritas meyakini rubah tersebut juga tertular penyakit itu setelah memakan burung yang terinfeksi.
"Hal ini menegaskan alasan kami menganjurkan masyarakat untuk menjauhkan hewan peliharaan mereka, khususnya anjing dan kucing, dari satwa liar serta burung yang sakit atau mati, karena anjing dan kucing tersebut juga dapat berisiko tertular," ujarnya.
Menurut data terbaru pemerintah federal, hingga Kamis (27/8) telah tercatat 354 temuan positif H5N1 pada satwa liar di Australia sejak galur tersebut pertama kali terdeteksi di daratan utama Australia pada Juni lalu. Lebih dari separuh temuan tersebut terjadi di SA.
Tidak ada kasus yang terdeteksi pada sektor pertanian atau peternakan unggas.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.