Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendampingi Presiden Prabowo Subianto ke Rusia untuk memastikan sektor energi menjadi salah satu bagian penting dalam pembahasan kerja sama bilateral kedua negara.
"Kehadiran Menteri ESDM dalam kunjungan ini memiliki peran strategis untuk mengawal tindak lanjut agenda energi, serta memastikan komitmen bilateral berjalan sesuai hasil pertemuan kedua kepala negara," ujar Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Kamis.
Selain agenda kenegaraan, Eastern Economic Forum (EEF) juga menjadi ruang bagi Menteri ESDM untuk memperkuat komunikasi dengan pemerintah dan pelaku usaha Rusia mengenai peluang investasi di sektor energi Indonesia.
Penguatan hubungan kerja sama energi Indonesia-Rusia menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam menghadapi tantangan terkait kebutuhan energi yang terus berkembang melalui kolaborasi internasional.
Berbagai peluang kerja sama tersebut tetap memerlukan tindak lanjut dan pembahasan komprehensif, agar dapat diwujudkan sesuai kebutuhan serta kepentingan kedua negara.
Hal itu merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa agenda diplomasi energi dapat mendukung dan memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.
Presiden RI Prabowo Subianto hadir sebagai salah satu tamu kehormatan utama dalam EEF ke-11.
Puncak agenda forum berlangsung melalui Sesi Pleno EEF pada 3 September 2026, dengan Presiden RI dijadwalkan menyampaikan pidato mengenai kerja sama ekonomi, ketahanan energi, dan investasi di kawasan Eurasia serta Asia-Pasifik bersama Presiden Rusia Vladimir Putin dan sejumlah pemimpin negara mitra lainnya.
Selain mengikuti agenda utama forum, Presiden RI juga dijadwalkan melakukan pertemuan Bilateral Working Lunch bersama Presiden Vladimir Putin. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk menindaklanjuti berbagai komitmen kerja sama kedua negara.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.