Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Bandara SMB siapkan mitigasi gangguan penerbangan dampak kabut asap

NadiKabar Biro
Bandara SMB siapkan mitigasi gangguan penerbangan dampak kabut asap
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Bandara SMB siapkan mitigasi gangguan penerbangan dampak kabut asap.

Palembang - Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi gangguan penerbangan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan.

Pgs. General Manager Bandara SMB II Palembang Tubagus Gemal Syahir di Palembang, Selasa, mengatakan salah satu faktor utama yang dipantau dalam menjaga keselamatan penerbangan adalah jarak pandang (visibility).

"Kondisi jarak pandang menjadi dasar bagi pihak bandara dan maskapai dalam menentukan apakah pesawat dapat melakukan lepas landas maupun pendaratan," katanya.

Secara umum operasional penerbangan di Bandara SMB II masih berjalan lancar. Namun, terdapat dua penerbangan pada Agustus 2026 yang mengalami keterlambatan akibat jarak pandang yang berada di bawah batas minimum.

Pada 23 Agustus 2026, penerbangan Garuda Indonesia rute Palembang-Jakarta mengalami keterlambatan terbang karena jarak pandang hanya 500 meter, sementara batas minimal yang ditetapkan 700 meter.

Kemudian pada 29 Agustus 2026, penerbangan Citilink rute Jakarta-Palembang mengalami keterlambatan karena jarak pandang sekitar 1.200 meter, sedangkan batas minimal untuk pendaratan mencapai 1.700 meter.

Kedua kondisi tersebut hanya menyebabkan keterlambatan dan tidak sampai mengakibatkan pembatalan penerbangan. Dampaknya terhadap jumlah penumpang juga masih dalam kondisi normal.

Selain menghadapi potensi gangguan penerbangan dari wilayah Palembang, Bandara SMB II juga berperan sebagai bandara alternatif bagi penerbangan yang mengalami gangguan akibat kabut asap di daerah lain.

Untuk mengantisipasi kondisi yang lebih buruk, pihak bandara memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan melakukan pemantauan kondisi cuaca serta kualitas udara secara real time.

"Kami intensif berkoordinasi dengan memantau cuaca, kualitas udara dengan stakeholder terkait secara real time bersama maskapai, RNAV, BMKG, dan stakeholder lain," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya juga telah memiliki sejumlah skenario mitigasi apabila kondisi cuaca dan jarak pandang tidak memungkinkan penerbangan untuk beroperasi.

Jika penerbangan tidak dapat diberangkatkan, kata dia, penumpang dapat mengalami penundaan hingga kemungkinan pembatalan. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pihak bandara telah berkoordinasi dengan maskapai terkait mekanisme penjadwalan ulang maupun pengembalian tiket.

"Untuk penumpang, kami juga telah koordinasi dengan maskapai untuk bisa berkolaborasi dan bisa menjamin terkait apakah itu nanti penumpangnya di-reschedule ataupun di tiketnya di-refund," jelasnya.

Selain itu, sekitar enam penerbangan dari Bandara Jambi dialihkan ke Palembang akibat kondisi kabut asap. Hingga saat ini, pihak Bandara SMB II belum menerima keluhan dari penumpang terkait gangguan penerbangan akibat kabut asap.

Gemal mengimbau calon penumpang untuk memantau informasi penerbangan secara berkala melalui maskapai masing-masing dan datang lebih awal ke bandara untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan jadwal.

"Selalu pantau informasi secara berkala langsung pada maskapai. Mungkin yang kedua, tiba lebih awal di bandara," kata dia.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia