Medan - PT Bank Sumut (Perseroda) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, memperkuat akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pelaku usaha mikro dan petani setempat.
"Ini sebagai bagian dari upaya mendorong produktivitas serta pengembangan ekonomi daerah," ucap Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah di Medan, Sumatera Utara, Sabtu.
Pembiayaan KUR ini, lanjut dia, diarahkan tidak berhenti tambahan modal, tetapi juga menjadi pengungkit agar usaha mikro berkembang, dan koditas unggulan petani di Taput memiliki nilai tambah melalui hilirisasi.
Komitmen itu juga sejalan dengan pembahasan dalam kunjungan kerja spesifik anggota Komisi VII DPR RI bersama Pemkab Taput di Aula Martua Kantor Bupati Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Kamis (3/9).
"Dalam pertemuan dipimpin oleh Ketua Komisi VII DPR RI Bapak Dr Saleh Partaonan Daulay tersebut membahas pengawasan penyaluran KUR sekaligus penguatan usaha mikro dan potensi ekonomi daerah bertumpu di sektor pertanian," kata Heru.
Menurutnya, kepercayaan pemerintah daerah kepada Bank Sumut telah mendorong perseroan memastikan penyaluran KUR memberikan dampak lebih nyata terhadap pelaku usaha dan petani.
“Bagi Bank Sumut, pembiayaan UMKM bukan hanya tentang menyalurkan kredit, tetapi juga memastikan pembiayaan benar-benar mampu mendorong usaha tumbuh, naik kelas, dan memberikan dampak perekonomian daerah,” jelas Heru.
Untuk memperluas akses tersebut, Bank Sumut menghadirkan KUR mikro dengan suku bunga nol persen tahun ini, dan tiga persen pada 2027, bebas biaya administrasi dan provisi, serta tanpa agunan.
Dengan skema ini diharapkan bisa memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha mikro dan petani di Tapanuli Utara untuk memperoleh modal dengan beban pembiayaan lebih ringan.
Bagi Bank Sumut pembiayaan tidak berhenti saat kredit tersalurkan, tetapi juga pembiayaan perlu terhubung dengan aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari peningkatan produktivitas, pengolahan komoditas hingga pemasaran.
"Yang ingin kami bangun bersama Pemkab Tapanuli Utara adalah ekosistem. Usaha kecil tumbuh, petani semakin produktif, komoditas memiliki nilai tambah, dan pada akhirnya perputaran ekonomi semakin kuat di daerah,” tegas Heru.
Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat mengatakan, sektor pertanian menjadi salah satu kekuatan ekonomi di kabupaten itu, selain kerajinan ulos dan pariwisata religi.
"Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara juga tengah mendorong modernisasi pertanian, dan hilirisasi komoditas unggulan," kata Jonius.
Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menyatakan, akses pembiayaan kredit usaha rakyat di Sumatera Utara harus benar-benar dirasakan bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Saya juga mengingatkan, bahwa KUR dengan plafon hingga Rp100 juta tidak boleh dibebani agunan tambahan sesuai ketentuan yang berlaku," tegas Saleh.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.