Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Baznas Kabupaten Karo bergerak cepat merespons erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, dengan menyalurkan berbagai bantuan dan menyediakan layanan bagi warga terdampak.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad dalam keterangan di Jakarta, Jumat menyebutkan pihaknya menyalurkan bantuan meliputi layanan dapur air, hygiene kit, selimut, hingga makanan ringan bagi anak-anak yang terdampak erupsi dan harus mengungsi.
"Akibat bencana ini banyak warga yang harus mengungsi di tenda dengan segala keterbatasannya. Keberadaan Baznas melalui berbagai layanan dan bantuan ini diharapkan bisa membantu warga terdampak erupsi memenuhi kebutuhan dasar, khususnya makanan," kata Idy.
Idy menegaskan komitmen Baznas untuk hadir membantu masyarakat terdampak erupsi, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar selama berada di lokasi pengungsian.
"Hingga saat ini Baznas terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait kebutuhan mendesak yang diperlukan warga. Dengan demikian, bantuan yang disalurkan nantinya dapat diberikan secara cepat dan tepat sasaran," lanjut dia.
Idy memastikan Baznas akan terus memantau kondisi masyarakat terdampak dan menyesuaikan bentuk bantuan berdasarkan perkembangan kebutuhan di lokasi pengungsian.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada selama erupsi gunung masih berlangsung.
Diketahui, Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali mengalami erupsi pada Senin (31/8). Kolom abu vulkanik teramati mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak dan aktivitas gunung kemudian dinaikkan menjadi Level III atau Siaga.
Erupsi terjadi sekitar pukul 10.17 WIB. Berdasarkan laporan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kolom abu berwarna hitam dengan intensitas tebal bergerak ke arah timur hingga tenggara. Ketinggiannya mencapai sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Badan Geologi mencatat erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 120 milimeter. Peningkatan aktivitas vulkanik juga terlihat dari kegempaan yang terjadi sebelum erupsi.
Pada 31 Agustus 2026 tercatat 85 kali gempa vulkanik, satu kali gempa hembusan, dan satu kali tremor harmonik. Data tersebut menjadi salah satu dasar peningkatan status aktivitas Gunung Sinabung.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.