Istanbul - Beijing mendesak Amerika Serikat untuk mencabut sanksi terkait Iran yang dikenakan terhadap berbagai perusahaan dan warga negara China.
"China telah berulang kali dengan tegas menentang sanksi sepihak yang tidak memiliki dasar hukum internasional maupun otorisasi dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB)," kata Juru Bicara Kementerian Perdagangan Huang Ling dalam konferensi pers, Kamis (3/9), waktu setempat.
Meskipun China berulang kali menyampaikan keberatan, lanjut Ling, AS tetap menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan dan warga China terkait dugaan keterlibatan dengan Iran. Dia menambahkan ada ketidakpuasan mendalam dan penolakan tegas dari Beijing.
Sanksi sepihak yang dilakukan AS sangat mengganggu alur perdagangan dan pertukaran ekonomi normal di antara negara-negara terkait. Selain itu, sanksi tersebut juga mengacaukan keamanan energi global dan pasokan yang stabil, kata Ling.
China pun mendesak AS untuk segera memperbaiki praktik-praktik keliru tersebut dan mencabut sanksi terhadap perusahaan dan warga negara China yang terdampak.
Ling menegaskan bahwa Beijing akan dengan tegas membela hak dan kepentingan sah perusahaan serta warganya.
Sementara itu, AS mengumumkan sanksi pada Juli terhadap enam individu dan entitas di empat negara, termasuk China, atas peran mereka dalam mendukung Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dan jaringan transportasi utama Iran, yaitu Mahan Air.
Upaya AS mengisolasi Iran dari sistem keuangan global terjadi di tengah perang antara keduanya sejak 28 Februari lalu.
Ketegangan itu juga bertepatan dengan kunjungan balasan Presiden China Xi Jinping ke AS, yang berlangsung setelah kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Beijing pada Mei.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.