Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Benarkah tawas ampuh hilangkan bau badan? Ini faktanya

NadiKabar Biro
Benarkah tawas ampuh hilangkan bau badan? Ini faktanya
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Benarkah tawas ampuh hilangkan bau badan? Ini faktanya.

Jakarta - Tawas cukup populer digunakan sebagai alternatif untuk mengatasi bau badan. Benda berbentuk kristal bening atau putih ini bahkan kerap disebut sebagai "deodoran alami" karena penggunaannya sederhana dan tidak memiliki aroma parfum yang kuat.

Namun, benarkah tawas benar-benar ampuh menghilangkan bau badan?

Jawabannya, tawas memang dapat membantu mengurangi bau badan, tetapi bukan berarti membuat tubuh berhenti berkeringat atau menjamin bebas bau sepanjang hari. Tawas yang umum digunakan dalam produk deodoran berbahan mineral adalah potassium alum atau kalium alum, yaitu salah satu jenis garam aluminium. Sejumlah kajian menyebut potassium alum memiliki aktivitas yang dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri yang berperan dalam pembentukan bau badan.

Lantas, bagaimana sebenarnya cara kerja tawas dan apakah penggunaannya aman?

Kenapa tubuh bisa mengeluarkan bau badan?

Sebelum membahas tawas, penting untuk mengetahui bahwa keringat sebenarnya bukan penyebab utama bau badan.

Keringat yang baru keluar dari tubuh pada dasarnya tidak berbau. Aroma tidak sedap muncul ketika komponen tertentu dari keringat berinteraksi dengan mikroorganisme yang hidup di permukaan kulit. Bakteri kemudian mengubah senyawa tersebut menjadi berbagai zat yang menghasilkan aroma khas bau badan.

Itulah alasan area seperti ketiak lebih mudah mengalami bau badan. Selain memiliki kelenjar keringat, area tersebut juga menjadi tempat yang mendukung aktivitas bakteri.

Bagaimana tawas membantu mengurangi bau badan?

Tawas dapat membantu mengurangi bau badan terutama melalui sifat antimikrobanya. Potassium alum diketahui digunakan dalam sejumlah produk deodoran dan dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri yang berhubungan dengan pembentukan bau.

Dengan berkurangnya bakteri tertentu di permukaan kulit, proses pembentukan senyawa penyebab bau juga dapat berkurang.

Jadi, anggapan bahwa tawas bisa membantu mengatasi bau badan ada dasarnya. Namun, efeknya tidak sama dengan menghilangkan keringat.

Tawas bukan berarti menghentikan keringat

Ini bagian yang sering keliru dipahami.

Deodoran dan antiperspiran sebenarnya memiliki fungsi berbeda. Deodoran terutama ditujukan untuk mengurangi atau menutupi bau badan, sedangkan antiperspiran bekerja dengan mengurangi produksi keringat.

Menurut American Academy of Dermatology (AAD), produk deodoran biasa tidak mengurangi jumlah keringat. Pengurangan keringat umumnya membutuhkan bahan antiperspiran seperti aluminium klorida, aluminium klorohidrat, atau aluminium zirconium.

Karena itu, setelah menggunakan tawas, seseorang masih bisa berkeringat. Yang diharapkan adalah bau yang muncul dapat berkurang.

Apakah tawas lebih baik daripada deodoran biasa?

Belum tentu. Efektivitas produk sangat bergantung pada formulasi, kondisi kulit, jumlah keringat, serta penyebab bau badan seseorang.

Tawas memang menjadi salah satu bahan yang digunakan dalam produk deodoran mineral. Namun, produk deodoran modern dapat menggunakan berbagai bahan dengan fungsi berbeda, mulai dari bahan antimikroba hingga bahan yang membantu menyerap keringat atau menetralkan bau.

Jadi, tidak tepat jika menganggap tawas selalu lebih ampuh atau lebih aman dibandingkan semua produk deodoran lainnya.

Meski sering dianggap sebagai bahan alami, tawas tetap dapat menyebabkan iritasi pada sebagian orang.

Sebuah laporan kasus yang dipublikasikan di jurnal Cutis mencatat terjadinya dermatitis iritan pada ketiak setelah penggunaan deodoran kristal yang mengandung alum. Artinya, bahan alami bukan otomatis cocok untuk semua jenis kulit.

Jika setelah menggunakan produk berbahan tawas kulit terasa perih, gatal, kemerahan, atau mengalami iritasi, sebaiknya hentikan pemakaian. Jangan digunakan pada kulit yang sedang terluka atau mengalami iritasi.

Jadi, apakah tawas ampuh menghilangkan bau badan?

Tawas dapat membantu mengurangi bau badan, terutama karena potassium alum memiliki sifat yang dapat menghambat bakteri yang berperan dalam pembentukan bau.

Namun, tawas bukan obat untuk mengatasi semua penyebab bau badan dan tidak bekerja dengan cara menghentikan keringat. Hasil penggunaannya juga dapat berbeda pada setiap orang.

Untuk menjaga tubuh tetap segar, kebersihan sehari-hari tetap menjadi dasar. Mandi secara teratur, membersihkan area yang mudah berkeringat, mengganti pakaian yang sudah basah oleh keringat, serta memilih produk perawatan yang cocok dengan kondisi kulit dapat membantu mengurangi bau badan.

Jika bau badan tiba-tiba berubah menjadi sangat kuat, terus muncul meski kebersihan sudah dijaga, atau disertai keluhan lain, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan. Bau badan yang tidak biasa terkadang dapat berkaitan dengan kondisi medis tertentu, demikian mengutip American Academy of Dermatology dan beberapa sumber lain.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia